Website Lainnya

Total Tayangan

LAYANAN

* Akses Layar46 Versi Mobile di: http://bit.ly/mPp8D6 * Download Launcher Blackberry Layar46 di: http://bit.ly/n4BNfg

FAST RESPON

SAYA ADA UNTUK ANDA

layar46. Diberdayakan oleh Blogger.

Hal yg harus dihindari saat OTS Bulan Puasa

Berikut hal2 yg harus dihindari saat OTS di bulan puasa:

1. Hindarilah OTS ke tempat yang berhubungan dengan makanan











2.Hindari OTS bareng temen yang lagi "halangan" puasa

Berikut hal2 yg harus dihindari saat OTS di bulan puasa:

1. Hindarilah OTS ke tempat yang berhubungan dengan makanan











2.Hindari OTS bareng temen yang lagi "halangan" puasa

Leadership Development Program (LDP)


by Aprilia Putri, 
Leadership Development Program (LDP) adalah salah satu program dari BNI yang ditujukan untuk meningkatkan kapabilitas dari pegawai BNI khususnya dalam meningkatkan kemampuan kunci individu dalam transformasi bisnis khususnya pengambilan keputusan yang efektif dan tepat, membangun model intervensi untuk membangun motivasi individu dalam transformasi bisnis, dan membangun long life learning capabilities dan diharapkan apa yang didapatkan dalam pelatihan LDP ini dapat ditularkan kepada rekan rekan di lingkungan kerjanya.
LDP ini dilaksanakan secara terintegrasi diawali dengan BOD Leadership Allignment, LDP Top 100–Senior Management, dan LDP Top 1000–Middle Management, dan sudah dilaksanakan sejak September 2010. Sampai saat ini, LDP Top 1000–Middle Management ini baru berjalan 3 batch, dan sisa 7 batch akan dilanjutkan mulai awal tahun 2013.
Materi pelatihan LDP ini disebut sebagai LDP 1000 Journey, dimana rangkaian proses pembelajaran diawali dengan sesi Foundation Workshop (soft skill 3 hari, hard skill 2 hari), sesi After Care (soft skill 1 hari, hard skill 4 hari), dan sesi Finishing Workshop (2 hari). Dalam sesi softskill yang dilakukan, workshop berjalan di Hotel Royal Kuningan, Jakarta dengan pembicara dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) yaitu Doktor Ben dan Bapak Frans. Materi yang disampaikan lebih kepada fundamental teknik diantaranya dengan Mental Model dan Systems Thinking. Sedangkan untuk sesi hardskill disampaikan oleh pembicara dari Accenture.
Penulis tertarik untuk menyampaikan sedikit dalam Mental Models yang disampaikan, yaitu dimana titik penting dari Mental Models adalah U-theory dimana peserta diajarkan untuk lebih open mind, open heart, dan open will. Titik pandang peserta dalam melihat segala sesuatu dirubah sehingga dapat mengurangi Voice of Cynisism (VOC), Voice of Judgement (VOJ), dan Voice of Fear (VOF). Hambatan kita dalam bertindak saat ini adalah ketiga jenis Voice tersebut, dimana kita cenderung sinis, berburuk sangka, dan takut untuk memulai komunikasi dengan orang lain baik itu bawahan, rekanan, atau atasan kita. Sehingga dengan mental model ini, diharapkan para peserta dapat memperbaiki kemampuan dalam berkomunikasi dengan lebih baik untuk tercapainya target bisnis.
Final Workshop LDP ini yang dilaksanakan pada tanggal 31 November – 1 Desember 2012 nantinya, para peserta yang dikelompokkan sesuai dengan bidang bisnis atau area kerja akan menyusun suatu prototype yang mengarah pada percepatan bisnis BNI yang diharapkan dapat di eksekusi oleh Direksi BNI dan level Top Management.


by Aprilia Putri, 
Leadership Development Program (LDP) adalah salah satu program dari BNI yang ditujukan untuk meningkatkan kapabilitas dari pegawai BNI khususnya dalam meningkatkan kemampuan kunci individu dalam transformasi bisnis khususnya pengambilan keputusan yang efektif dan tepat, membangun model intervensi untuk membangun motivasi individu dalam transformasi bisnis, dan membangun long life learning capabilities dan diharapkan apa yang didapatkan dalam pelatihan LDP ini dapat ditularkan kepada rekan rekan di lingkungan kerjanya.
LDP ini dilaksanakan secara terintegrasi diawali dengan BOD Leadership Allignment, LDP Top 100–Senior Management, dan LDP Top 1000–Middle Management, dan sudah dilaksanakan sejak September 2010. Sampai saat ini, LDP Top 1000–Middle Management ini baru berjalan 3 batch, dan sisa 7 batch akan dilanjutkan mulai awal tahun 2013.
Materi pelatihan LDP ini disebut sebagai LDP 1000 Journey, dimana rangkaian proses pembelajaran diawali dengan sesi Foundation Workshop (soft skill 3 hari, hard skill 2 hari), sesi After Care (soft skill 1 hari, hard skill 4 hari), dan sesi Finishing Workshop (2 hari). Dalam sesi softskill yang dilakukan, workshop berjalan di Hotel Royal Kuningan, Jakarta dengan pembicara dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) yaitu Doktor Ben dan Bapak Frans. Materi yang disampaikan lebih kepada fundamental teknik diantaranya dengan Mental Model dan Systems Thinking. Sedangkan untuk sesi hardskill disampaikan oleh pembicara dari Accenture.
Penulis tertarik untuk menyampaikan sedikit dalam Mental Models yang disampaikan, yaitu dimana titik penting dari Mental Models adalah U-theory dimana peserta diajarkan untuk lebih open mind, open heart, dan open will. Titik pandang peserta dalam melihat segala sesuatu dirubah sehingga dapat mengurangi Voice of Cynisism (VOC), Voice of Judgement (VOJ), dan Voice of Fear (VOF). Hambatan kita dalam bertindak saat ini adalah ketiga jenis Voice tersebut, dimana kita cenderung sinis, berburuk sangka, dan takut untuk memulai komunikasi dengan orang lain baik itu bawahan, rekanan, atau atasan kita. Sehingga dengan mental model ini, diharapkan para peserta dapat memperbaiki kemampuan dalam berkomunikasi dengan lebih baik untuk tercapainya target bisnis.
Final Workshop LDP ini yang dilaksanakan pada tanggal 31 November – 1 Desember 2012 nantinya, para peserta yang dikelompokkan sesuai dengan bidang bisnis atau area kerja akan menyusun suatu prototype yang mengarah pada percepatan bisnis BNI yang diharapkan dapat di eksekusi oleh Direksi BNI dan level Top Management.

BOGOR, KOMPAS.com -- Komunitas sepeda di perusahaan BUMN bertambah lagi. Kali ini para bankir yang bekerja di BNI 46 membentuk komunitas gowes yang dinamakan 46 Cyclist.
Peresmian komunitas goweser tersebut dilakukan di Hotel Haris Sentul City, Sabtu (10/11/2012). Acara bertema "BNI Bersepeda untuk Langit dan Hidup Sehat" itu, dirangkai dengan kegiatan saresehan yang dihadiri perwakilan dari 14 wilayah dari seluruh Indonesia.
Acara tersebut diawali dengan gowes bareng Corporate Social Responsibility (CSR) ke kebun bibit yang juga merupakan binaan BNI serta bakti sosial ke SDN 06 Kadumangu di kawasan Bogor.
Pada acara tersebut dilantik Eddy Suryo Kusumo sebagai Ketua 46 Cyclist. Target para pengurus komunitas tersebut antara lain mengajak jajaran direksi  BNI mengenal dan mencintai olahraga bersepeda.
Y Sunarto sebagai sesepuh 46 Cyclist berkeinginan untuk menyebarkan "candu" sepeda ke lingkungan perusahaan, sehingga semakin banyak pesepeda di tempatnya bekerja. Pada kesempatan tersebut dilakukan juga sharing dari Garuda Group Cycling Community (G2C2)  dan  komunitas  Kompas Gramedia Cyclist (KGC) tentang kegiatan bersepeda di komunitas mereka.
Editor :
Nasru Alam Aziz
BOGOR, KOMPAS.com -- Komunitas sepeda di perusahaan BUMN bertambah lagi. Kali ini para bankir yang bekerja di BNI 46 membentuk komunitas gowes yang dinamakan 46 Cyclist.
Peresmian komunitas goweser tersebut dilakukan di Hotel Haris Sentul City, Sabtu (10/11/2012). Acara bertema "BNI Bersepeda untuk Langit dan Hidup Sehat" itu, dirangkai dengan kegiatan saresehan yang dihadiri perwakilan dari 14 wilayah dari seluruh Indonesia.
Acara tersebut diawali dengan gowes bareng Corporate Social Responsibility (CSR) ke kebun bibit yang juga merupakan binaan BNI serta bakti sosial ke SDN 06 Kadumangu di kawasan Bogor.
Pada acara tersebut dilantik Eddy Suryo Kusumo sebagai Ketua 46 Cyclist. Target para pengurus komunitas tersebut antara lain mengajak jajaran direksi  BNI mengenal dan mencintai olahraga bersepeda.
Y Sunarto sebagai sesepuh 46 Cyclist berkeinginan untuk menyebarkan "candu" sepeda ke lingkungan perusahaan, sehingga semakin banyak pesepeda di tempatnya bekerja. Pada kesempatan tersebut dilakukan juga sharing dari Garuda Group Cycling Community (G2C2)  dan  komunitas  Kompas Gramedia Cyclist (KGC) tentang kegiatan bersepeda di komunitas mereka.
Editor :
Nasru Alam Aziz

Pemain Vita Solo Dilirik BNI 46

SOLO, suaramerdeka.com - Untuk kesekian kalinya, keandalan atlet-atlet klub bola voli Vita Solo mendapat pengakuan. Kali ini salah satu klub proliga, BNI 46 melirik pemain-pemain dari klub voli legendaris Kota Bengawan itu. Hal tersebut ditunjukkan dengan kehadiran tiga orang direksi dari bank BUMN itu akhir pekan lalu.
Bersama Loudry Maspaittela yang merupakan mantan atlet voli nasional dan juga pemandu bakat dari klub tersebut, mereka menyaksikan langsung performa para atlet Vita Solo saat digelarnya latihan rutin di GOR Manahan.
"Belum detil ke arah sana (untuk perekrutan-Red). Kedatangan mereka sebagai bentuk kepedulian terhadap klub-klub voli lokal di daerah yang memiliki potensi," jelas salah seorang pengurus Vita Solo, Joko Indrianto, Senin (5/11).
Meski begitu, Joko tak menampik bahwa bentuk kepedulian yang dilanjutkan dengan kerjasama antara kedua pihak dapat mengarah terhadap perekrutan pemain. "Kami pada prinsipnya tidak masalah kalau mereka tertarik dengan pemain Vita. Selama itu untuk kemajuan dari atlet bersangkutan kami buka peluang perekrutan itu," ungkapnya.
Menurut Joko, dari pemantauan tersebut, perwakilan BNI 46 menganggap bahwa klub voli Vita Solo memiliki pola dan kontinuitas latihan yang cukup teratur dan rapi. Hasilnya, pemain-pemain jebolan klub tersebut pun memiliki kualitas yang bisa diandalkan dan mampu bersaing di kancah kompetisi bola voli putri tingkat nasional.
"Mereka menawarkan sejumlah bentuk kerjasama seperti pemberian beasiswa kepada atlet berpotensi ditambah dengan penyediaan sarana dan prasarana berupa bola untuk latihan," tambah Joko.
Tapi secara pasti, Joko mengaku klub Vita belum langsung bisa mengiyakan penawaran kerjasama tersebut. Menurutnya, beberapa item penawaran masih akan dirapatkan lagi secara internal pengurus. Kemampuan dan potensi atlet-atlet Vita Solo memang harus diacungi jempol.
Musim lalu, tiga pemain Vita yakni Deni Saputri, Rika Yuniar TH dan Nur Nissa sudah tercatat sebagai awak tim BNI 46. Bahkan, hampir mayoritas pemain-pemain tim PON Jateng yang meraih perunggu di PON Riau berasal dari klub itu.
(Gading Persada/CN26)
SOLO, suaramerdeka.com - Untuk kesekian kalinya, keandalan atlet-atlet klub bola voli Vita Solo mendapat pengakuan. Kali ini salah satu klub proliga, BNI 46 melirik pemain-pemain dari klub voli legendaris Kota Bengawan itu. Hal tersebut ditunjukkan dengan kehadiran tiga orang direksi dari bank BUMN itu akhir pekan lalu.
Bersama Loudry Maspaittela yang merupakan mantan atlet voli nasional dan juga pemandu bakat dari klub tersebut, mereka menyaksikan langsung performa para atlet Vita Solo saat digelarnya latihan rutin di GOR Manahan.
"Belum detil ke arah sana (untuk perekrutan-Red). Kedatangan mereka sebagai bentuk kepedulian terhadap klub-klub voli lokal di daerah yang memiliki potensi," jelas salah seorang pengurus Vita Solo, Joko Indrianto, Senin (5/11).
Meski begitu, Joko tak menampik bahwa bentuk kepedulian yang dilanjutkan dengan kerjasama antara kedua pihak dapat mengarah terhadap perekrutan pemain. "Kami pada prinsipnya tidak masalah kalau mereka tertarik dengan pemain Vita. Selama itu untuk kemajuan dari atlet bersangkutan kami buka peluang perekrutan itu," ungkapnya.
Menurut Joko, dari pemantauan tersebut, perwakilan BNI 46 menganggap bahwa klub voli Vita Solo memiliki pola dan kontinuitas latihan yang cukup teratur dan rapi. Hasilnya, pemain-pemain jebolan klub tersebut pun memiliki kualitas yang bisa diandalkan dan mampu bersaing di kancah kompetisi bola voli putri tingkat nasional.
"Mereka menawarkan sejumlah bentuk kerjasama seperti pemberian beasiswa kepada atlet berpotensi ditambah dengan penyediaan sarana dan prasarana berupa bola untuk latihan," tambah Joko.
Tapi secara pasti, Joko mengaku klub Vita belum langsung bisa mengiyakan penawaran kerjasama tersebut. Menurutnya, beberapa item penawaran masih akan dirapatkan lagi secara internal pengurus. Kemampuan dan potensi atlet-atlet Vita Solo memang harus diacungi jempol.
Musim lalu, tiga pemain Vita yakni Deni Saputri, Rika Yuniar TH dan Nur Nissa sudah tercatat sebagai awak tim BNI 46. Bahkan, hampir mayoritas pemain-pemain tim PON Jateng yang meraih perunggu di PON Riau berasal dari klub itu.
(Gading Persada/CN26)
LONDON, Kaltim Post - PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk memperluas kesempatan magang bagi pelajar dan mahasiswa Indonesia yang sedang menimba ilmu di lima kota terkemuka di dunia. Kelima kota dimana BNI siap menerima pemagangan pelajar dan mahasiswa adalah Singapura, Hong Kong, Tokyo, New York, dan London.

Demikian dilaporkan BNI Cabang London, Selasa (6/11) yang telah menghimpun aktivitas Direktur Utama BNI Gatot M Suwondo di sela-sela kunjungannya ke Inggris dalam rangka mengikuti acara business forum. Forum bisnis ini digelar atas kolaborasi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dengan UK trade & Investment (UKTI) pada tanggal 30 Oktober 2012 hingga 3 November  2012.

Pada kesempatan itu, Gatot berbicara di depan sekitar 100 pelajar dan mahasiswa yang tengah menimba ilmu di Inggris. Mereka terhimpun dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia United Kingdom (PPIUK). Pertemuan ini sendiri dilaksanakan di University of Birmingham akhir pekan lalu, 3 November 2012. “Kesempatan studi di luar negeri, apalagi di London ini harus dimanfaatkan secara maksimal, karena hanya segelintir orang yang mendapatkan kesempatan untuk memperolehnya,” ujar Gatot.

Di Hong Kong, BNI akan terus menambah calon pemagang pada tahun 2013, jauh lebih banyak dibandingkan tahun ini yang masih menerima 5 pemagang. Program magang yang sudah dimulai sejak 2011 ini disediakan khusus untuk pelajar dan mahasiswa yang sekolah atau kuliah ini wilayah Tiongkok atau Hong Kong.   

Adapun di BNI cabang Singapura, setiap tahunnya ada satu pelajar atau mahasiswa yang diterima sebagai pemagang. Begitu juga dengan BNI cabang New York yang sudah mulai menyediakan tempat untuk magang. Sementara untuk BNI cabang Tokyo, program magang akan segera disiapkan.

Untuk magang di London, BNI cabang ibukota Inggris ini sudah menerima mahasiswa  magang sebanyak 24 orang sejak program ini dimulai pada tahun 2009. Kantor yang beralamat di BNI London Branch, 30 King Street, London EC2V 8AG ini mempersilahkan mahasiswa atau pelajar Indonesia untuk magang selama 2-3 bulan.

General Manager BNI London, Nungki Indraty menyatakan bahwa BNI London secara rutin sejak tahun 2009 menerima mahasiswa yang berminat untuk magang. Magang dilakukan selama 2 hingga 3 bulan setelah studi selesai dan dilakukan sembari menunggu jadwal wisuda. “Selama magang, mahasiswa dapat mempelajari transaksi trade finance, kiriman uang, treasury dan kredit,” ujar Nungki.

Bank Terdekat dengan Pendidikan

Rangkaian program magang yang terus dikembangkan di luar negeri tersebut merupakan bagian dari dukungan BNI terhadap dunia pendidikan di Indonesia. Di Indonesia, BNI juga membuka program magang yang sangat terbuka.

Tidak hanya itu, BNI juga terus meningkatkan peluang perekrutan tenaga-tenaga berkualitas dari 24 perguruan tinggi terkemuka di Indonesia melalui Early Recruitment Programs (ERP).

Hingga saat ini, BNI sudah merekrut 203 tenaga terampil hasil ERP. Kandidat peserta ERP adalah mahasiswa yang sudah memasuki masa kuliah pada semester 7 dan lolos pada uji penyaringan.

Penyaringan dilakukan melalui tes administratif, tes TOEFL, uji kompetensi, wawancara, hingga tes kesehatan. Mahasiswa yang diterima akan menerima beasiswa dari BNI hingga seluruh biaya kuliah terpenuhi sampai lulus.

Setelah lulus, peserta ERP akan diikutsertakan dalam program pengembangan pegawai (ODP) yang sarat dengan program pelatihan. Peserta ODP, nantinya, akan memasuki tahapan persiapan sebagai pegawai BNI.

Untuk diketahui, BNI merupakan salah satu bank terbesar di Indonesia, memiliki 1.851 outlet cabang dan sentra kredit yang tersebar di seluruh Indonesia, serta 5 cabang luar negeri seperti Singapura, Hong Kong, Tokyo, New York, dan London. BNI juga mempunyai representative office di Timur Tengah dan Asia Tenggara. (lhl/*/k1)
LONDON, Kaltim Post - PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk memperluas kesempatan magang bagi pelajar dan mahasiswa Indonesia yang sedang menimba ilmu di lima kota terkemuka di dunia. Kelima kota dimana BNI siap menerima pemagangan pelajar dan mahasiswa adalah Singapura, Hong Kong, Tokyo, New York, dan London.

Demikian dilaporkan BNI Cabang London, Selasa (6/11) yang telah menghimpun aktivitas Direktur Utama BNI Gatot M Suwondo di sela-sela kunjungannya ke Inggris dalam rangka mengikuti acara business forum. Forum bisnis ini digelar atas kolaborasi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dengan UK trade & Investment (UKTI) pada tanggal 30 Oktober 2012 hingga 3 November  2012.

Pada kesempatan itu, Gatot berbicara di depan sekitar 100 pelajar dan mahasiswa yang tengah menimba ilmu di Inggris. Mereka terhimpun dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia United Kingdom (PPIUK). Pertemuan ini sendiri dilaksanakan di University of Birmingham akhir pekan lalu, 3 November 2012. “Kesempatan studi di luar negeri, apalagi di London ini harus dimanfaatkan secara maksimal, karena hanya segelintir orang yang mendapatkan kesempatan untuk memperolehnya,” ujar Gatot.

Di Hong Kong, BNI akan terus menambah calon pemagang pada tahun 2013, jauh lebih banyak dibandingkan tahun ini yang masih menerima 5 pemagang. Program magang yang sudah dimulai sejak 2011 ini disediakan khusus untuk pelajar dan mahasiswa yang sekolah atau kuliah ini wilayah Tiongkok atau Hong Kong.   

Adapun di BNI cabang Singapura, setiap tahunnya ada satu pelajar atau mahasiswa yang diterima sebagai pemagang. Begitu juga dengan BNI cabang New York yang sudah mulai menyediakan tempat untuk magang. Sementara untuk BNI cabang Tokyo, program magang akan segera disiapkan.

Untuk magang di London, BNI cabang ibukota Inggris ini sudah menerima mahasiswa  magang sebanyak 24 orang sejak program ini dimulai pada tahun 2009. Kantor yang beralamat di BNI London Branch, 30 King Street, London EC2V 8AG ini mempersilahkan mahasiswa atau pelajar Indonesia untuk magang selama 2-3 bulan.

General Manager BNI London, Nungki Indraty menyatakan bahwa BNI London secara rutin sejak tahun 2009 menerima mahasiswa yang berminat untuk magang. Magang dilakukan selama 2 hingga 3 bulan setelah studi selesai dan dilakukan sembari menunggu jadwal wisuda. “Selama magang, mahasiswa dapat mempelajari transaksi trade finance, kiriman uang, treasury dan kredit,” ujar Nungki.

Bank Terdekat dengan Pendidikan

Rangkaian program magang yang terus dikembangkan di luar negeri tersebut merupakan bagian dari dukungan BNI terhadap dunia pendidikan di Indonesia. Di Indonesia, BNI juga membuka program magang yang sangat terbuka.

Tidak hanya itu, BNI juga terus meningkatkan peluang perekrutan tenaga-tenaga berkualitas dari 24 perguruan tinggi terkemuka di Indonesia melalui Early Recruitment Programs (ERP).

Hingga saat ini, BNI sudah merekrut 203 tenaga terampil hasil ERP. Kandidat peserta ERP adalah mahasiswa yang sudah memasuki masa kuliah pada semester 7 dan lolos pada uji penyaringan.

Penyaringan dilakukan melalui tes administratif, tes TOEFL, uji kompetensi, wawancara, hingga tes kesehatan. Mahasiswa yang diterima akan menerima beasiswa dari BNI hingga seluruh biaya kuliah terpenuhi sampai lulus.

Setelah lulus, peserta ERP akan diikutsertakan dalam program pengembangan pegawai (ODP) yang sarat dengan program pelatihan. Peserta ODP, nantinya, akan memasuki tahapan persiapan sebagai pegawai BNI.

Untuk diketahui, BNI merupakan salah satu bank terbesar di Indonesia, memiliki 1.851 outlet cabang dan sentra kredit yang tersebar di seluruh Indonesia, serta 5 cabang luar negeri seperti Singapura, Hong Kong, Tokyo, New York, dan London. BNI juga mempunyai representative office di Timur Tengah dan Asia Tenggara. (lhl/*/k1)

Musda DPD SP WBN


Tgl 2 - 4 November bertempat di Alamanda Resort, Garut , Jawa Barat kemarin telah dilaksanakan Musyawarah Daerah DPW SP BNI untuk Wilayah Bandung. Para peserta yang merupakan perwakilan dari tiap DPC di jawa barat 

Salah satu hasil Musda tersebut adalah terpilihnya Saudara Lucky Budiman menjadi ketua DPW yang baru

Selamat kepada pengurus baru dan semoga kinerja kedepan makin lebih baik dan mampu memperjuangkan aspirasi rekan rekan. amin

Tgl 2 - 4 November bertempat di Alamanda Resort, Garut , Jawa Barat kemarin telah dilaksanakan Musyawarah Daerah DPW SP BNI untuk Wilayah Bandung. Para peserta yang merupakan perwakilan dari tiap DPC di jawa barat 

Salah satu hasil Musda tersebut adalah terpilihnya Saudara Lucky Budiman menjadi ketua DPW yang baru

Selamat kepada pengurus baru dan semoga kinerja kedepan makin lebih baik dan mampu memperjuangkan aspirasi rekan rekan. amin

Anggoro Eko Cahyo: Mengelola SDM Perlu Sentuhan Art

Profile of the week
MESKIPUN belum lama menjabat sebagai Pemimpin Divisi Human Capital, Anggoro Eko Cahyo bukanlah orang baru di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI). Istilah baru hanya di divisi Human Capital saja. Karena sesungguhnya, Anggoro, begitu ia disapa, dua tahun lalu akrab dengan masalah operasional BNI sebagai pimpinan wilayah. Mengelola masalah operasional, Anggoro familiar dengan perencanaan program-program BNI seperti strategi penjualan kartu kredit, hadiah-hadiah tahapan, dan program penjualan lainnya.
Menjabat sebagai Pemimpin Divisi Human Capital, pada dasarnya Anggoro tidak memiliki background pendidikan formal yang berhubungan dengan posisi tersebut. Ya, ia adalah sarjana Teknik & Manajemen Industri, Institut Teknologi Indonesia dan meraih gelar S2 di Agribisnis, Institut Pertanian Bogor.
Latar belakang inilah yang membuat dia masuk ke BNI melalui jalur operational department. Mengenai kompetensi di bidang HR, Anggoro mengaku mendapatkan ilmu dengan belajar secara otodidak dan berdasarkan pengalamannya selama menjabat sebagai pimpinan wilayah.
“Ketika masuk sebagai pimpinan wilayah pun sebenarnya saya sudah berhubungan dengan people. Dan common sense saya adalah apabila seseorang tidak bisa mencapai target, berarti orang itu perlu di-equip. Sesimpel itu saja,” ungkap Anggoro.
Oleh karena itulah, ketika harus berhadapan dengan managing people, ia langsung melihat kepada gap kompetensi apa yang ada pada mereka dan training apa yang tepat untuk meningkatkan kompetensi tersebut.
Ketika ditunjuk menjadi Pemimpin Divisi Human Capital, sebetulnya masih terbersit di pikiran Anggoro mengapa ia yang ditunjuk, padahal pengalaman di bidang HR belum ada. Ketika pertanyaan itu diajukan kepada dewan komisaris dan direksi, ia pun mendapat jawaban yang memantapkan keputusannya.
Menurut para penunjuk tersebut, Anggoro telah terlibat lama dalam managing people. Sebagai pimpinan wilayah, ia telah membawahi sekitar 700 karyawan karena satu wilayah terdiri dari tujuh cabang dan kantor pelayanan mencapai 80 buah (tiap kantor 5-10 karyawan). Dan lagi, setelah memimpin wilayah, ia juga sempat digeser ke atas menjadi pimpinan jaringan dan pelayanan. Itu artinya, sudah 2/3 jumlah karyawan ia tangani.
Terlebih lagi para dewan penunjuk juga meyakinkan Anggoro bahwa dalam mengelola sumber daya manusia, 75% adalah art dan sisanya adalah skill. Jika memang skill tersebut belum dikuasai, maka ia hanya perlu belajar 25% saja. Dan pernyataan terakhir tersebut, senada betul dengan pemikiran Anggoro, itulah kenapa akhirnya ia menjadi sangat yakin dengan posisi barunya tersebut.
Bagi Anggoro, sentuhan art memang sangat diperlukan dalam mengelola sumber daya manusia. Setidaknya, itulah salah satu yang ia dapatkan dari pengalamannya mengatur bawahannya di tingkat wilayah maupun jaringan.
Karena dalam satu unit, orang bisa jadi sudah berinteraksi lama, tapi dalam interaksi tersebut, belum terbangun trust. Kenapa hal tersebut bisa terjadi? Menurut Anggoro, hal tersebut bisa saja terjadi karena pemberian penugasan yang tidak menghasilkan trickle down effect, komunikasi yang tidak lancar atau berjalan tidak smooth.
Intinya, menjadi pimpinan di bidang SDM haruslah memiliki kesabaran dan ketelatenan untuk mendengarkan, dan tidak terburu-buru mendiagnosis jika terjadi masalah. Salah satu contoh konkrit adalah berangkat dari pengalamannya ketika ia menjalankan tugasnya di wilayah maupun jaringan. Sebelum dilakukan pemecahan, wilayah BSD masih bergabung dengan Jakarta Kota, sehingga jangkauan wilayah tersebut sangatlah luas.
Logikanya, semakin besar jangkauan wilayah, semakin sulit melakukan kontrol dan menjalankan seluruh program secara optimal. Hal inilah yang justru akan memicu buruknya performance di setiap wilayah. Dari jawaban para kepala cabang yang sangat normatif, akar permasalahan sebenarnya menjadi sulit digali. Untuk itulah, diperlukan skill mendengarkan tersebut sebelum mendiagnosis.
Rupanya pemekaran tidak disetujui para ketua cabang karena masing-masing wilayah takut kehilangan power. Padahal seharusnya, hasil optimal adalah dari wilayah kecil yang diupayakan secara optimal pula untuk mendapatkan output sesuai atau bahkan melebihi ekspektasi. Untuk itulah, akhirnya Anggoro melakukan pendekatan melalui achievement. “Lebih baik wilayah kecil tetapi output besar ketimbang wilayahnya besar, tetapi justru outputnya kecil,” jelasnya.
BNI sendiri, tutur Anggoro, tahun ini sedang dalam masa peningkatan kapasitas karyawan. Diprogramkan demikian karena setelah beberapa tahun sempat mengalami  zero growth, terjadi adanya gap dalam susunan karyawan BNI. Terlebih lagi karena setelah bisnisnya semakin bertumbuh dan BNI merekrut karyawan-karyawan baru. Untuk menghilangkan gap tersebut, maka diperlukan akselerasi pada karyawan lama level bawah.
Proses akselerasi karyawan di BNI, yang paling mendasar adalah bagaimana peran dari seorang leader untuk membimbing dan menjadi mentor bagi bawahannya. Setiap leader harus mampu menciptakan engagement bawahannya. Dan itu masuk dalam performance evaluation di BNI. Program nyata yang sedang dikerjakan BNI adalah dengan mengadakan training yang dinamakan Leadership Development Program bagi VP dan EVP (LDP 100). LDP 100 menyasar pada 100 VP dan EVP terbaik di BNI untuk kemudian diberikan training beberapa bulan, dengan salah satu agendanya adalah menyusun sebuah project dalam kelompok yang nantinya akan menjadi prototype untuk selanjutnya dievaluasi dan dieksekusi menjadi sebuah program peningkatan sales dari produk BNI.
Lalu apakah sebetulnya objective atau tujuan dari program ini? Anggoro menjelaskan yang utama adalah untuk menciptakan pemimpin-pemimpin yang mampu men-develop anak buahnya. Disadari benar oleh BNI bahwa, engagement dan loyalitas dari karyawan sangat dipengaruhi oleh bisa atau tidaknya seorang pemimpin men-develop mereka.
Hal lain yang menjadi concern bagi Anggoro saat ini adalah HR business partner. Salah satu contoh implementasinya adalah bahwa HR departemen akan terlibat secara proaktif dalam proses rekrutmen di seluruh departemen di BNI. Departemen rekrutmen akan terlibat dengan rapat unit sales atau unit lainnya untuk lebih mengetahui bagaimana kondisi medan departemen yang sedang membutuhkan karyawan baru. Kemudian setelah mengerti kebutuhan departemen tersebut, proses rekrutmen segera dilaksanakan sesuai prosedur oleh departemen rekrutmen.
Anggoro mengakui, sebagaimana perusahaan BUMN lainnya, maka budaya birokrasi lama memang masih terasa. Masih banyak bawahan yang segan terhadap atasannya yang terkadang justru menimbulkan dampak negatif seperti ketakutan menyampaikan pendapat.
“Fakta ini tidak dapat dilihat semata-mata dari kesalahan bawahan. Keengganan mengemukakan saran ataupun kritik bagi atasan tersebut dipicu oleh ketidakpiawaian si pemimpin menciptakan space dan memberikan tantangan kepada bawahannya. Nah, itulah perlunya kemudian seluruh leader di BNI untuk menjadi dekat dan mau mendengar aspirasi dari para bawahannya. Salah satu bentuk nyata mungkin dengan memberikan nomor kontak, baik itu nomor ponsel, email maupun pin blackberry bila perlu,” ujarnya. (*/triw) Sumber: http://www.portalhr.com)
Profile of the week
MESKIPUN belum lama menjabat sebagai Pemimpin Divisi Human Capital, Anggoro Eko Cahyo bukanlah orang baru di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI). Istilah baru hanya di divisi Human Capital saja. Karena sesungguhnya, Anggoro, begitu ia disapa, dua tahun lalu akrab dengan masalah operasional BNI sebagai pimpinan wilayah. Mengelola masalah operasional, Anggoro familiar dengan perencanaan program-program BNI seperti strategi penjualan kartu kredit, hadiah-hadiah tahapan, dan program penjualan lainnya.
Menjabat sebagai Pemimpin Divisi Human Capital, pada dasarnya Anggoro tidak memiliki background pendidikan formal yang berhubungan dengan posisi tersebut. Ya, ia adalah sarjana Teknik & Manajemen Industri, Institut Teknologi Indonesia dan meraih gelar S2 di Agribisnis, Institut Pertanian Bogor.
Latar belakang inilah yang membuat dia masuk ke BNI melalui jalur operational department. Mengenai kompetensi di bidang HR, Anggoro mengaku mendapatkan ilmu dengan belajar secara otodidak dan berdasarkan pengalamannya selama menjabat sebagai pimpinan wilayah.
“Ketika masuk sebagai pimpinan wilayah pun sebenarnya saya sudah berhubungan dengan people. Dan common sense saya adalah apabila seseorang tidak bisa mencapai target, berarti orang itu perlu di-equip. Sesimpel itu saja,” ungkap Anggoro.
Oleh karena itulah, ketika harus berhadapan dengan managing people, ia langsung melihat kepada gap kompetensi apa yang ada pada mereka dan training apa yang tepat untuk meningkatkan kompetensi tersebut.
Ketika ditunjuk menjadi Pemimpin Divisi Human Capital, sebetulnya masih terbersit di pikiran Anggoro mengapa ia yang ditunjuk, padahal pengalaman di bidang HR belum ada. Ketika pertanyaan itu diajukan kepada dewan komisaris dan direksi, ia pun mendapat jawaban yang memantapkan keputusannya.
Menurut para penunjuk tersebut, Anggoro telah terlibat lama dalam managing people. Sebagai pimpinan wilayah, ia telah membawahi sekitar 700 karyawan karena satu wilayah terdiri dari tujuh cabang dan kantor pelayanan mencapai 80 buah (tiap kantor 5-10 karyawan). Dan lagi, setelah memimpin wilayah, ia juga sempat digeser ke atas menjadi pimpinan jaringan dan pelayanan. Itu artinya, sudah 2/3 jumlah karyawan ia tangani.
Terlebih lagi para dewan penunjuk juga meyakinkan Anggoro bahwa dalam mengelola sumber daya manusia, 75% adalah art dan sisanya adalah skill. Jika memang skill tersebut belum dikuasai, maka ia hanya perlu belajar 25% saja. Dan pernyataan terakhir tersebut, senada betul dengan pemikiran Anggoro, itulah kenapa akhirnya ia menjadi sangat yakin dengan posisi barunya tersebut.
Bagi Anggoro, sentuhan art memang sangat diperlukan dalam mengelola sumber daya manusia. Setidaknya, itulah salah satu yang ia dapatkan dari pengalamannya mengatur bawahannya di tingkat wilayah maupun jaringan.
Karena dalam satu unit, orang bisa jadi sudah berinteraksi lama, tapi dalam interaksi tersebut, belum terbangun trust. Kenapa hal tersebut bisa terjadi? Menurut Anggoro, hal tersebut bisa saja terjadi karena pemberian penugasan yang tidak menghasilkan trickle down effect, komunikasi yang tidak lancar atau berjalan tidak smooth.
Intinya, menjadi pimpinan di bidang SDM haruslah memiliki kesabaran dan ketelatenan untuk mendengarkan, dan tidak terburu-buru mendiagnosis jika terjadi masalah. Salah satu contoh konkrit adalah berangkat dari pengalamannya ketika ia menjalankan tugasnya di wilayah maupun jaringan. Sebelum dilakukan pemecahan, wilayah BSD masih bergabung dengan Jakarta Kota, sehingga jangkauan wilayah tersebut sangatlah luas.
Logikanya, semakin besar jangkauan wilayah, semakin sulit melakukan kontrol dan menjalankan seluruh program secara optimal. Hal inilah yang justru akan memicu buruknya performance di setiap wilayah. Dari jawaban para kepala cabang yang sangat normatif, akar permasalahan sebenarnya menjadi sulit digali. Untuk itulah, diperlukan skill mendengarkan tersebut sebelum mendiagnosis.
Rupanya pemekaran tidak disetujui para ketua cabang karena masing-masing wilayah takut kehilangan power. Padahal seharusnya, hasil optimal adalah dari wilayah kecil yang diupayakan secara optimal pula untuk mendapatkan output sesuai atau bahkan melebihi ekspektasi. Untuk itulah, akhirnya Anggoro melakukan pendekatan melalui achievement. “Lebih baik wilayah kecil tetapi output besar ketimbang wilayahnya besar, tetapi justru outputnya kecil,” jelasnya.
BNI sendiri, tutur Anggoro, tahun ini sedang dalam masa peningkatan kapasitas karyawan. Diprogramkan demikian karena setelah beberapa tahun sempat mengalami  zero growth, terjadi adanya gap dalam susunan karyawan BNI. Terlebih lagi karena setelah bisnisnya semakin bertumbuh dan BNI merekrut karyawan-karyawan baru. Untuk menghilangkan gap tersebut, maka diperlukan akselerasi pada karyawan lama level bawah.
Proses akselerasi karyawan di BNI, yang paling mendasar adalah bagaimana peran dari seorang leader untuk membimbing dan menjadi mentor bagi bawahannya. Setiap leader harus mampu menciptakan engagement bawahannya. Dan itu masuk dalam performance evaluation di BNI. Program nyata yang sedang dikerjakan BNI adalah dengan mengadakan training yang dinamakan Leadership Development Program bagi VP dan EVP (LDP 100). LDP 100 menyasar pada 100 VP dan EVP terbaik di BNI untuk kemudian diberikan training beberapa bulan, dengan salah satu agendanya adalah menyusun sebuah project dalam kelompok yang nantinya akan menjadi prototype untuk selanjutnya dievaluasi dan dieksekusi menjadi sebuah program peningkatan sales dari produk BNI.
Lalu apakah sebetulnya objective atau tujuan dari program ini? Anggoro menjelaskan yang utama adalah untuk menciptakan pemimpin-pemimpin yang mampu men-develop anak buahnya. Disadari benar oleh BNI bahwa, engagement dan loyalitas dari karyawan sangat dipengaruhi oleh bisa atau tidaknya seorang pemimpin men-develop mereka.
Hal lain yang menjadi concern bagi Anggoro saat ini adalah HR business partner. Salah satu contoh implementasinya adalah bahwa HR departemen akan terlibat secara proaktif dalam proses rekrutmen di seluruh departemen di BNI. Departemen rekrutmen akan terlibat dengan rapat unit sales atau unit lainnya untuk lebih mengetahui bagaimana kondisi medan departemen yang sedang membutuhkan karyawan baru. Kemudian setelah mengerti kebutuhan departemen tersebut, proses rekrutmen segera dilaksanakan sesuai prosedur oleh departemen rekrutmen.
Anggoro mengakui, sebagaimana perusahaan BUMN lainnya, maka budaya birokrasi lama memang masih terasa. Masih banyak bawahan yang segan terhadap atasannya yang terkadang justru menimbulkan dampak negatif seperti ketakutan menyampaikan pendapat.
“Fakta ini tidak dapat dilihat semata-mata dari kesalahan bawahan. Keengganan mengemukakan saran ataupun kritik bagi atasan tersebut dipicu oleh ketidakpiawaian si pemimpin menciptakan space dan memberikan tantangan kepada bawahannya. Nah, itulah perlunya kemudian seluruh leader di BNI untuk menjadi dekat dan mau mendengar aspirasi dari para bawahannya. Salah satu bentuk nyata mungkin dengan memberikan nomor kontak, baik itu nomor ponsel, email maupun pin blackberry bila perlu,” ujarnya. (*/triw) Sumber: http://www.portalhr.com)

BNI Buka Kantor Wilayah untuk Papua

INILAH.COM, Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) memutuskan untuk mengembangkan jaringannya di kawasan Indonesia timur dengan membuka Kantor Wilayah ke-15 di Jayapura, Papua hari ini.
Keberadaan kantor wilayah di provinsi paling timur Indonesia itu akan memperkuat koordinasi antara 19 outlet BNI yang sudah ada. “Kami mengembangkan 19 outlet dengan 72 mesin ATM di seluruh Papua dan Papua Barat,” ujar Wakil Direktur BNI Felim Salim dalam acara Peresmian Kantor Wilayah Papua di Jayapura, Rabu (31/10/2012).
Pembukaan kantor wilayah baru ini merupakan langkah antisipatif BNI terhadap permintaan fasilitas pembiayaan yang terus meningkat, seiring pesatnya pertumbuhan ekonomi di Papua dan Papua Barat. Antisipasi ini dibutuhkan karena data BI menunjukkan bahwa meski LDR perbankan relatif kecil, namun pertumbuhannya cukup signifikan, yakni 31,64 persen per kuartal dua 2012.
Kondisi ini menunjukkan bahwa sebenarnya permintaan kredit itu terus tumbuh, namun belum terpenuhi maksimal, akibat keterbatasan kewenangan pemimpin bank di daerah untuk menjangkau plafon kredit yang diharapkan pelaku usaha. Pembukaan kantor wilayah BNI di Jayapura diharapkan akan menghilangkan kendala itu.
Felia mengatakan, BNI juga turut memikirkan penciptaan lapangan kerja baru di Papua dan Papua Barat yang akan dikembangkan dengan adanya Kantor Wilayah di Papua. “Salah satu upaya pengembangan Sumber Daya Manusia Papua dan Papua Barat ini dengan merekrut empat anak-anak Papua dan Papua Barat asli mengikuti program ODP di BNI, yanng kemungkinan akan dilakukan pendidikan awal di Makassar dan tidak menutup kemungkinan dilakukan di Jakarta,” ujar Felia.
Sementara Gubernur Papua Syamsul Arief Rivai mengatakan, agar fasilitas kredit perbankan bisa dirasakan oleh masyarakat kecil di Papua dan Papua Barat, sebaiknya dibuat program pengembangan usaha mikro yang tidak memberatkan masyarakat ekonomi lemah dan tidak memiliki akses ke bank.
Salah satunya adalah dengan tidak mensyaratkan jaminan pada penyaluran kreditnya. “Saya menyambut baik ajakan Bank Indonesia di Papua agar ada lembaga penjaminan khusus di daerah, namun saya katakan sebaiknya khusus untuk masyarakat yang kurang memiliki akses ke bank dan berusaha membangun usaha mikronya tidak diberatkan oleh jaminan,” ujarnya.
Syamsul menyambut baik pembukaan kantor wilayah BNI di Papua. “Saya yakinkan bahwa Papua aman. Tidak ada jaringan bank yang pernah diganggu keamanannya,” ujarnya.
Kehadiran BNI sebagai bank milik negara terus mendapatkan pengakuan dari masyarakat Papua dan Papua Barat. Ini ditunjukkan oleh penghimpunan DPK BNI dalam tiga tahun terakhir yang berada dikisaran 13 persen. Ini antara lain didorong oleh bertambahnya jumlah rekening nasabah sebesar 12 persen.
Dana masyarakat tersebut 80% di antaranya merupakan dana murah yang memberikan energi bagi BNI untuk terus meningkatkan peran intermediasinya di Papua dan Papua Barat. Rata-rata dalam 3 tahun terakhir, pertumbuhan kredit BNI 19% sehingga menempatkan LDR BNI ke posisi 43%. [ast]
INILAH.COM, Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) memutuskan untuk mengembangkan jaringannya di kawasan Indonesia timur dengan membuka Kantor Wilayah ke-15 di Jayapura, Papua hari ini.
Keberadaan kantor wilayah di provinsi paling timur Indonesia itu akan memperkuat koordinasi antara 19 outlet BNI yang sudah ada. “Kami mengembangkan 19 outlet dengan 72 mesin ATM di seluruh Papua dan Papua Barat,” ujar Wakil Direktur BNI Felim Salim dalam acara Peresmian Kantor Wilayah Papua di Jayapura, Rabu (31/10/2012).
Pembukaan kantor wilayah baru ini merupakan langkah antisipatif BNI terhadap permintaan fasilitas pembiayaan yang terus meningkat, seiring pesatnya pertumbuhan ekonomi di Papua dan Papua Barat. Antisipasi ini dibutuhkan karena data BI menunjukkan bahwa meski LDR perbankan relatif kecil, namun pertumbuhannya cukup signifikan, yakni 31,64 persen per kuartal dua 2012.
Kondisi ini menunjukkan bahwa sebenarnya permintaan kredit itu terus tumbuh, namun belum terpenuhi maksimal, akibat keterbatasan kewenangan pemimpin bank di daerah untuk menjangkau plafon kredit yang diharapkan pelaku usaha. Pembukaan kantor wilayah BNI di Jayapura diharapkan akan menghilangkan kendala itu.
Felia mengatakan, BNI juga turut memikirkan penciptaan lapangan kerja baru di Papua dan Papua Barat yang akan dikembangkan dengan adanya Kantor Wilayah di Papua. “Salah satu upaya pengembangan Sumber Daya Manusia Papua dan Papua Barat ini dengan merekrut empat anak-anak Papua dan Papua Barat asli mengikuti program ODP di BNI, yanng kemungkinan akan dilakukan pendidikan awal di Makassar dan tidak menutup kemungkinan dilakukan di Jakarta,” ujar Felia.
Sementara Gubernur Papua Syamsul Arief Rivai mengatakan, agar fasilitas kredit perbankan bisa dirasakan oleh masyarakat kecil di Papua dan Papua Barat, sebaiknya dibuat program pengembangan usaha mikro yang tidak memberatkan masyarakat ekonomi lemah dan tidak memiliki akses ke bank.
Salah satunya adalah dengan tidak mensyaratkan jaminan pada penyaluran kreditnya. “Saya menyambut baik ajakan Bank Indonesia di Papua agar ada lembaga penjaminan khusus di daerah, namun saya katakan sebaiknya khusus untuk masyarakat yang kurang memiliki akses ke bank dan berusaha membangun usaha mikronya tidak diberatkan oleh jaminan,” ujarnya.
Syamsul menyambut baik pembukaan kantor wilayah BNI di Papua. “Saya yakinkan bahwa Papua aman. Tidak ada jaringan bank yang pernah diganggu keamanannya,” ujarnya.
Kehadiran BNI sebagai bank milik negara terus mendapatkan pengakuan dari masyarakat Papua dan Papua Barat. Ini ditunjukkan oleh penghimpunan DPK BNI dalam tiga tahun terakhir yang berada dikisaran 13 persen. Ini antara lain didorong oleh bertambahnya jumlah rekening nasabah sebesar 12 persen.
Dana masyarakat tersebut 80% di antaranya merupakan dana murah yang memberikan energi bagi BNI untuk terus meningkatkan peran intermediasinya di Papua dan Papua Barat. Rata-rata dalam 3 tahun terakhir, pertumbuhan kredit BNI 19% sehingga menempatkan LDR BNI ke posisi 43%. [ast]

Asuransi Asing Tawar BNI Life Sangat Tinggi

INILAH.COM, Jakarta -Sebuah asuransi asing sudah menawar PT BNI Life Insurance, yang merupakan anak usaha PT BNI (Persero) Tbk dengan harga yang sangat tinggi.
"Sudah ada yang berminat membeli BNI Life dengan harga yang sangat tinggi," ujar seorang sumber yang tidak bersedia disebutkan namanya saat berbincang-bincang dengan INILAH.COM baru-baru ini .
Menurutnya, investor tersebut merupakan salah satu perusahaan asuransi ternama dari sebuah negara besar. Sayangnya, dia tidak bersedia menyebut nama perusahaan asuransi tersebut berikut asal negaranya.
Namun, beberapa waktu lalu, Direktur Utama BNI, Gatot M Suwondo menyampaikan dalam acara Non Deal Road Show yang dilakukan di New York dan Tokyo ada beberapa investor yang menyatakan minatnya untuk membeli anak perusahaan BNI.
"Sekarang investor tersebut sudah dalam tahap 2 dari 8 tahap yang akan dijalani, termasuk melapor ke BI dan Bapepam-LK (krn BNI Tbk)," tutur sumber tersebut.
Sebelumnya diberitakan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk berencana melepas sebagian besar kepemilikan saham di anak perusahaannya. Menurut Gatot, divestasi saham untuk anak-anak perusahaan tersebut dilakukan untuk restrukturisasi perusahaan. Selain BNI Multifinance yang bergerak di sektor pembiayaan kendaraan bermotor, BNI memiliki anak usaha lain seperti PT BNI Life Insurance, PT BNI Sekuritas, dan PT BNI Syariah.
Gatot mengatakan BNI nantinya akan memiliki saham mayoritas dan minoritas di anak-anak perusahaannya. Namun, kepemilikan saham BNI di BNI Sekuritas akan tetap dipertahankan mayoritas.
Demikian halnya dengan kepemilikan BNI di BNI Life dan BNI Syariah. Namun, Gatot mengatakan BNI baru bersedia melepas sebagian besar kepemilikan sahamnya di BNI Multifinance. “Untuk multifinance, minoritas saja kami bersedia,“ katanya. [ast]
INILAH.COM, Jakarta -Sebuah asuransi asing sudah menawar PT BNI Life Insurance, yang merupakan anak usaha PT BNI (Persero) Tbk dengan harga yang sangat tinggi.
"Sudah ada yang berminat membeli BNI Life dengan harga yang sangat tinggi," ujar seorang sumber yang tidak bersedia disebutkan namanya saat berbincang-bincang dengan INILAH.COM baru-baru ini .
Menurutnya, investor tersebut merupakan salah satu perusahaan asuransi ternama dari sebuah negara besar. Sayangnya, dia tidak bersedia menyebut nama perusahaan asuransi tersebut berikut asal negaranya.
Namun, beberapa waktu lalu, Direktur Utama BNI, Gatot M Suwondo menyampaikan dalam acara Non Deal Road Show yang dilakukan di New York dan Tokyo ada beberapa investor yang menyatakan minatnya untuk membeli anak perusahaan BNI.
"Sekarang investor tersebut sudah dalam tahap 2 dari 8 tahap yang akan dijalani, termasuk melapor ke BI dan Bapepam-LK (krn BNI Tbk)," tutur sumber tersebut.
Sebelumnya diberitakan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk berencana melepas sebagian besar kepemilikan saham di anak perusahaannya. Menurut Gatot, divestasi saham untuk anak-anak perusahaan tersebut dilakukan untuk restrukturisasi perusahaan. Selain BNI Multifinance yang bergerak di sektor pembiayaan kendaraan bermotor, BNI memiliki anak usaha lain seperti PT BNI Life Insurance, PT BNI Sekuritas, dan PT BNI Syariah.
Gatot mengatakan BNI nantinya akan memiliki saham mayoritas dan minoritas di anak-anak perusahaannya. Namun, kepemilikan saham BNI di BNI Sekuritas akan tetap dipertahankan mayoritas.
Demikian halnya dengan kepemilikan BNI di BNI Life dan BNI Syariah. Namun, Gatot mengatakan BNI baru bersedia melepas sebagian besar kepemilikan sahamnya di BNI Multifinance. “Untuk multifinance, minoritas saja kami bersedia,“ katanya. [ast]

BNI Bantu Sediakan Kapal Pintar

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) bersama dengan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) memberikan bantuan kepada TNI Angkatan Laut dalam pengadaan Kapal Pintar Perpustakaan Bergerak. Kapal tersebut akan ditujukan untuk anak-anak usia dini hingga Sekolah Menengah Atas di wilayah pesisir Indonesia.
Direktur Utama BNI Gatot M Suwondo menjelaskan pengadaan kapal pintar ini dimaksudkan untuk menyukseskan program pemerintah, yaitu program Indonesia pintar. Selain itu, bantuan ini akan menjadi sarana pendidikan ke wilayah-wilayah terpencil di Indonesia yang saat ini masih sangat terbatas.
"Kami ikut membantu pengembangan pendidikan anak-anak yang kurang beruntung di wilayah terpencil dalam bentuk pengadaan satu unit Kapal Pintar," kata Gatot di Mabes Angkatan Laut Cilangkap Jakarta, Senin (10/9/2012).
Atas pengadaan kapal pintar ini, BNI mengalokasikan dana tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) sebesar Rp 3 miliar. Harapannya, dana ini bisa memberi manfaat dan meningkatkan pendidikan anak-anak kita yang kurang beruntung di daerah terpencil dan terisolir.
Bantuan tersebut dalam rangka program bakti TNI AL dengan sasaran desa tertinggal, terpencil dan terisolasi, pesisir pantai serta daerah pulau-pulau kecil dan terluar.
"Di dalam Kapal Pintar ini ada tempat belajar dengan segala perlengkapannya bagi masyarakat pesisir, utamanya anak-anak usia sekolah yang dilengkapi dengan buku-buku pengetahuan dan alat peraga," ujar Sofyan.
Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Soeparno mengatakan dua Kapal Pintar yang berbobot lima ton dengan panjang 15 meter ini diperkirakan akan siap dioperasikan TNI AL pada pekan ketiga Desember 2012. Kapal tersebut dirancang sebagai perpustakaan bergerak yang dilengkapi buku pengetahuan dan alat peraga yang bersifat mendidik anak-anak usia dini.
"Pengadaan Kapal Pintar didasari suatu realita bahwa masih banyak anak-anak usia sekolah yang tinggal di kawasan pesisir pantai, atau pulau-pulau terluar belum mendapatkan kesempatan belajar sebagaimana mestinya karena keterbatasan fasilitas pendidikan yang tersedia," ujar Soeparno.
Soeparno mengatakan TNI akan mengoperasionalisasikan kapal tersebut ke pulau-pulau terpencil seperti di Riau dan Ambon.
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) bersama dengan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) memberikan bantuan kepada TNI Angkatan Laut dalam pengadaan Kapal Pintar Perpustakaan Bergerak. Kapal tersebut akan ditujukan untuk anak-anak usia dini hingga Sekolah Menengah Atas di wilayah pesisir Indonesia.
Direktur Utama BNI Gatot M Suwondo menjelaskan pengadaan kapal pintar ini dimaksudkan untuk menyukseskan program pemerintah, yaitu program Indonesia pintar. Selain itu, bantuan ini akan menjadi sarana pendidikan ke wilayah-wilayah terpencil di Indonesia yang saat ini masih sangat terbatas.
"Kami ikut membantu pengembangan pendidikan anak-anak yang kurang beruntung di wilayah terpencil dalam bentuk pengadaan satu unit Kapal Pintar," kata Gatot di Mabes Angkatan Laut Cilangkap Jakarta, Senin (10/9/2012).
Atas pengadaan kapal pintar ini, BNI mengalokasikan dana tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) sebesar Rp 3 miliar. Harapannya, dana ini bisa memberi manfaat dan meningkatkan pendidikan anak-anak kita yang kurang beruntung di daerah terpencil dan terisolir.
Bantuan tersebut dalam rangka program bakti TNI AL dengan sasaran desa tertinggal, terpencil dan terisolasi, pesisir pantai serta daerah pulau-pulau kecil dan terluar.
"Di dalam Kapal Pintar ini ada tempat belajar dengan segala perlengkapannya bagi masyarakat pesisir, utamanya anak-anak usia sekolah yang dilengkapi dengan buku-buku pengetahuan dan alat peraga," ujar Sofyan.
Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Soeparno mengatakan dua Kapal Pintar yang berbobot lima ton dengan panjang 15 meter ini diperkirakan akan siap dioperasikan TNI AL pada pekan ketiga Desember 2012. Kapal tersebut dirancang sebagai perpustakaan bergerak yang dilengkapi buku pengetahuan dan alat peraga yang bersifat mendidik anak-anak usia dini.
"Pengadaan Kapal Pintar didasari suatu realita bahwa masih banyak anak-anak usia sekolah yang tinggal di kawasan pesisir pantai, atau pulau-pulau terluar belum mendapatkan kesempatan belajar sebagaimana mestinya karena keterbatasan fasilitas pendidikan yang tersedia," ujar Soeparno.
Soeparno mengatakan TNI akan mengoperasionalisasikan kapal tersebut ke pulau-pulau terpencil seperti di Riau dan Ambon.

BNI - Garuda Gelar Borneo Travel Fair

BALIKPAPAN(Bisnis.com): PT Garuda Indonesia Tbk menggandeng PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Cabang Balikpapan menggelar Borneo Travel Fair 2012  guna mendongkrak kunjungan wisata di Kalimantan Timur.

General Manager Balikpapan PT Garuda Indonesia Tbk Setya Budhi mengatakan tidak menargetkan angka penjualan secara khusus dalam gelaran ini. Dia hanya berharap perkembangan pariwisata bisa bertumbuh dengan cepat sehingga bisa mendorong perluasan bisnis Garuda.

"Kami harapkan tidak hanya penumpang yang keluar dari Balikpapan, tetapi juga yang masuk," ujarnya dalam sambutan pembukaan Borneo Travel Fair 2012, Jumat (7/9/2012).

Untuk membantu merealisasikan hal tersebut, pihaknya juga bekerja seama dengan Asosiasi Travel Agen Indonesia (Asita) Kalimantan Timur. Para pelaku bisnis pariwisata ini diharapkan bisa mendorong minat wisatawan untuk berkunjung ke Balikpapan dan kota-kota lainnya di Kaltim.

Tercatat ada 13 agen perjalanan, serta Bank BNI dan Telkom yang berpartisipasi dalam acara ini. Dia berharap konsumen bisa mengetahui lebih luas mengenai produk Garuda serta kemudahan layanan yang bisa diperoleh ketika akan menggunakannya.

Dalam kesempatan tersebut juga diperkenalkan kartu kredit hasil kerja sama antara Garuda dan BNI. Pemimpin BNI Balikpapan Nur Azmi mengatakan kerja sama ini merupakan kelanjutan dari kerja sama sebelumnya dan menjadikan BNI satu-satunya bank lokal yang menjadi bank processor dalam menerbitkan dan mengelola semua produk kartu kredit co-branding Garuda dengan partner non-bank.

"Ini merupakan salah satu strategi dalam meningkatkan penetrasi pasar di sektor konsumer dan ritel untuk segmen nasabah traveler," ujarnya.

Azmi menyebutkan target perolehan penerbitan kartu hasil kerja sama ini di wilayah Kalimantan sebesar 17.600 dengan nilai transaksi sekitar Rp1,01 triliun.

Untuk wilayah Balikpapan, imbuh Azmi, pihaknya berharap bisa merealisasikan sekitar 50% dari target yang ada. Adapun dalam gelaran Borneo Travel Fair 2012 ditargetkan 200 aplikasi kartu yang masuk dan diproses.

Pemimpin Bidang Layanan BNI Balikpapan Mu'in Fikri menambahkan pihaknya memang menyasar para traveler yang sering menggunakan layanan Garuda. Dia mengharapkan pelanggan Garuda tersebut bisa memanfaatkan layanan kartu kredit BNI yang juga menawarkan fasilitas yang menarik.

Ketua Asita Kaltim Eddy Yusuf Assainar mengatakan upaya Garuda dalam mendongkrak sektor pariwisata patut diikuti oleh maskapai lain. Menurut Eddy, tingkat kunjungan di Kaltim meningkat cukup baik pasca dibukanya penerbangan dari Balikpapan menuju Singapura.

"Memang saya belum hitung secara presisi berapa peningkatannya. Namun, peningkatan ini bisa dilihat dari penjualan tiket dan rencana perjalanan yang masuk ke anggota Asita," ungkapnya.

Dia mengakui peningkatan tersebut masih terpaut jauh apabila dibandingkan dengan wisatawan domestik. Kendati demikian, Eddy berpendapat hal ini menunjukkan gejala positif bagi industri pariwisata.

Selain itu, dirinya juga mengharapkan agar ada maskapai yang mau membuka rute penerbangan menuju Bandung. Menurutnya, potensi penerbangan menuju wilayah itu cukup bagus untuk dijajaki.

Wakil Wali Kota Balikpapan Heru Bambang berpendapat yang sama karena pihaknya juga tengah membenahi beberapa obyek wisata yang ada. "Seperti Pantai Manggar, kawasan Mangrove dan Pasar Cindera Mata Kebun Sayur yang sedang dilakukan perubahan agar lebih baik. Kami harapkan hal itu bisa mendorong wisatawan untuk masuk [ke Balikpapan]," tuturnya.

Biasanya, imbuh Heru, orang yang masuk ke Balikpapan jumlahnya mencapai 3.000 orang- 4.000 orang per tahun. Dia mengharapkan angka ini bisa bertambah setidaknya menjadi 4.000 orang- 5.000 orang per tahun. (bas)
BALIKPAPAN(Bisnis.com): PT Garuda Indonesia Tbk menggandeng PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Cabang Balikpapan menggelar Borneo Travel Fair 2012  guna mendongkrak kunjungan wisata di Kalimantan Timur.

General Manager Balikpapan PT Garuda Indonesia Tbk Setya Budhi mengatakan tidak menargetkan angka penjualan secara khusus dalam gelaran ini. Dia hanya berharap perkembangan pariwisata bisa bertumbuh dengan cepat sehingga bisa mendorong perluasan bisnis Garuda.

"Kami harapkan tidak hanya penumpang yang keluar dari Balikpapan, tetapi juga yang masuk," ujarnya dalam sambutan pembukaan Borneo Travel Fair 2012, Jumat (7/9/2012).

Untuk membantu merealisasikan hal tersebut, pihaknya juga bekerja seama dengan Asosiasi Travel Agen Indonesia (Asita) Kalimantan Timur. Para pelaku bisnis pariwisata ini diharapkan bisa mendorong minat wisatawan untuk berkunjung ke Balikpapan dan kota-kota lainnya di Kaltim.

Tercatat ada 13 agen perjalanan, serta Bank BNI dan Telkom yang berpartisipasi dalam acara ini. Dia berharap konsumen bisa mengetahui lebih luas mengenai produk Garuda serta kemudahan layanan yang bisa diperoleh ketika akan menggunakannya.

Dalam kesempatan tersebut juga diperkenalkan kartu kredit hasil kerja sama antara Garuda dan BNI. Pemimpin BNI Balikpapan Nur Azmi mengatakan kerja sama ini merupakan kelanjutan dari kerja sama sebelumnya dan menjadikan BNI satu-satunya bank lokal yang menjadi bank processor dalam menerbitkan dan mengelola semua produk kartu kredit co-branding Garuda dengan partner non-bank.

"Ini merupakan salah satu strategi dalam meningkatkan penetrasi pasar di sektor konsumer dan ritel untuk segmen nasabah traveler," ujarnya.

Azmi menyebutkan target perolehan penerbitan kartu hasil kerja sama ini di wilayah Kalimantan sebesar 17.600 dengan nilai transaksi sekitar Rp1,01 triliun.

Untuk wilayah Balikpapan, imbuh Azmi, pihaknya berharap bisa merealisasikan sekitar 50% dari target yang ada. Adapun dalam gelaran Borneo Travel Fair 2012 ditargetkan 200 aplikasi kartu yang masuk dan diproses.

Pemimpin Bidang Layanan BNI Balikpapan Mu'in Fikri menambahkan pihaknya memang menyasar para traveler yang sering menggunakan layanan Garuda. Dia mengharapkan pelanggan Garuda tersebut bisa memanfaatkan layanan kartu kredit BNI yang juga menawarkan fasilitas yang menarik.

Ketua Asita Kaltim Eddy Yusuf Assainar mengatakan upaya Garuda dalam mendongkrak sektor pariwisata patut diikuti oleh maskapai lain. Menurut Eddy, tingkat kunjungan di Kaltim meningkat cukup baik pasca dibukanya penerbangan dari Balikpapan menuju Singapura.

"Memang saya belum hitung secara presisi berapa peningkatannya. Namun, peningkatan ini bisa dilihat dari penjualan tiket dan rencana perjalanan yang masuk ke anggota Asita," ungkapnya.

Dia mengakui peningkatan tersebut masih terpaut jauh apabila dibandingkan dengan wisatawan domestik. Kendati demikian, Eddy berpendapat hal ini menunjukkan gejala positif bagi industri pariwisata.

Selain itu, dirinya juga mengharapkan agar ada maskapai yang mau membuka rute penerbangan menuju Bandung. Menurutnya, potensi penerbangan menuju wilayah itu cukup bagus untuk dijajaki.

Wakil Wali Kota Balikpapan Heru Bambang berpendapat yang sama karena pihaknya juga tengah membenahi beberapa obyek wisata yang ada. "Seperti Pantai Manggar, kawasan Mangrove dan Pasar Cindera Mata Kebun Sayur yang sedang dilakukan perubahan agar lebih baik. Kami harapkan hal itu bisa mendorong wisatawan untuk masuk [ke Balikpapan]," tuturnya.

Biasanya, imbuh Heru, orang yang masuk ke Balikpapan jumlahnya mencapai 3.000 orang- 4.000 orang per tahun. Dia mengharapkan angka ini bisa bertambah setidaknya menjadi 4.000 orang- 5.000 orang per tahun. (bas)

Bisnis apa yang dominan di kantor BNI Hong Kong?

HONG KONG, Kontan 02/09/2012. Mau tahu apa bisnis yang dominan di kantor cabang PT Bank BNI Tbk (BBNI) di Hong Kong? Ternyata sekitar 50% dari bisnis kantor cabang di sana adalah dari trade finance. Nilainya sekitar US$ 150 juta.
Sedangkan separuh bisnis yang lain terdiri dari bisnis remiten dan penyaluran kredit.
Berbeda dengan bank lokal lain asal Indonesia Bank BNI Hong Kong sudah mendapatkan lisensi penuh sebagai kantor cabang. "Kami sudah bisa menerima dana masyarakat baik dari warga Indonesia di Hong Kong maupun warga Hong Kong,” kata Adi.
Adi menjelaskan secara total, volume transaksi trade finance di Bank BNI sampai Juni 2011 mencapai US$ 11,49 miliar. Ini berarti naik 9% ketimbang periode yang sama tahun lalu.
Sementara volume transaksi pengiriman uang baik yang masuk ke dalam negeri maupun ke luar negeri pada periode ini mencapai US$ 38,5 miliar. Secara year on year naik 11% dari periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 34,7 miliar.
Herny menambahkan, BNI Hong Kong telah mengumpulkan dana masyarakat sekitar US$ 30 juta. Sementara penyaluran kredit mencapai US$ 90 juta. Kredit ini sebagian besar bentuknya sindikasi dengan bank besar di China untuk proyek infrastruktur. Ada proyek infrasruktur pemerintah China maupun pendanaan trade finance pemerintah Indonesia.
Sementara layanan transaksi remitance, di kantor BNI Hong Kong rata raa mencapai US$ 12 miliar–US$ 14 miliar. Pengguna layanan remitansi terbesar adalah tenaga kerja Indonesia, dan pelajar Indonesia.
HONG KONG, Kontan 02/09/2012. Mau tahu apa bisnis yang dominan di kantor cabang PT Bank BNI Tbk (BBNI) di Hong Kong? Ternyata sekitar 50% dari bisnis kantor cabang di sana adalah dari trade finance. Nilainya sekitar US$ 150 juta.
Sedangkan separuh bisnis yang lain terdiri dari bisnis remiten dan penyaluran kredit.
Berbeda dengan bank lokal lain asal Indonesia Bank BNI Hong Kong sudah mendapatkan lisensi penuh sebagai kantor cabang. "Kami sudah bisa menerima dana masyarakat baik dari warga Indonesia di Hong Kong maupun warga Hong Kong,” kata Adi.
Adi menjelaskan secara total, volume transaksi trade finance di Bank BNI sampai Juni 2011 mencapai US$ 11,49 miliar. Ini berarti naik 9% ketimbang periode yang sama tahun lalu.
Sementara volume transaksi pengiriman uang baik yang masuk ke dalam negeri maupun ke luar negeri pada periode ini mencapai US$ 38,5 miliar. Secara year on year naik 11% dari periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 34,7 miliar.
Herny menambahkan, BNI Hong Kong telah mengumpulkan dana masyarakat sekitar US$ 30 juta. Sementara penyaluran kredit mencapai US$ 90 juta. Kredit ini sebagian besar bentuknya sindikasi dengan bank besar di China untuk proyek infrastruktur. Ada proyek infrasruktur pemerintah China maupun pendanaan trade finance pemerintah Indonesia.
Sementara layanan transaksi remitance, di kantor BNI Hong Kong rata raa mencapai US$ 12 miliar–US$ 14 miliar. Pengguna layanan remitansi terbesar adalah tenaga kerja Indonesia, dan pelajar Indonesia.

BNI Bali berikan beasiswa


BNI bekerja sama dengan Bali Post, Sabtu (25/8) kembali menyerahkan bantuan beasiswa dan bantuan sarana-prasarana sekolah senilai total Rp 40 juta kepada empat sekolah, yaitu SD Negeri 6 Munti Gunung, SD Negeri 3 Tianyar Barat, SMP Negeri 5 Kubu, dan SMP Negeri Satu Atap Tianyar Barat, Karangasem. Bertempat di Art Center Denpasar, bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Bali A.A. Puspayoga didampingi Head of Business Banking BNI Wilayah Denpasar Eben Eser Nainggolan, Pemimpin BNI Cabang Denpasar Frito Marcevianto dan Pimpinan Kelompok Media Bali Post Satria Naradha. Hadir juga dalam penyerahan bantuan tersebut Wali Kota Denpasar, Bupati Gianyar beserta dengan Wakil Bupati Klungkung dan Bangli.

Di sela-sela puncak perayaan HUT ke-64 Bali Post, Sabtu malam lalu, Eben Eser Nainggolan menegaskan bahwa kerja sama dengan Bali Post dalam penyaluran beasiswa ini merupakan kegiatan yang kedua kalinya setelah pada tahun 2011 lalu BNI juga mendukung program bantuan pendidikan yang juga digagas oleh Bali Post. ''Program bantuan beasiswa dan bantuan sarana-prasarana sekolah ini merupakan salah satu komitmen BNI di bidang pendidikan,'' lanjutnya.

Bantuan tersebut merupakan salah satu bentuk realisasi Corporate Social Responsibility (CSR) BNI, di mana BNI akan selalu berperan aktif untuk meningkatkan kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan sosial, termasuk salah satunya di bidang pendidikan. Pemimpin BNI Cabang Denpasar Frito Marcevianto juga mengungkapkan, bantuan beasiswa tersebut merupakan wujud rasa syukur dan terima kasih BNI terutama pada seluruh masyarakat Bali. ''BNI dapat terus tumbuh dan berkembang hingga kini tidak terlepas dari dukungan lingkungan dan masyarakat sekitar, serta sudah menjadi komitmen BNI untuk terus melayani negeri dan memberikan kontribusi terbaiknya bagi masyarakat,'' jelasnya.

Secara keseluruhan, BNI Wilayah Denpasar yang mempunyai wilayah kerja meliputi Bali, NTB dan NTT telah memiliki 85 outlet dan 336 ATM, termasuk 4 BNI layanan Gerak yang dapat melayani transaksi perbankan secara mobile, 1 ATM Drive Thru di Renon. Untuk memberikan pelayanan kepada nasabah terutama di hari libur, BNI memiliki 6 outlet Weekend Banking yang berada di Jl. Diponegoro (Denpasar), Jl. Legian dan Beach Walk Kuta (Badung) serta Sukawati (Gianyar) untuk wilayah Bali dan di Jl. Selaparang Cakranegara (Mataram) serta di Kuanino (Kupang). BNI merupakan salah satu bank terbesar di Indonesia, memiliki 1.670 outlet cabang dan sentra kredit yang tersebar di seluruh Indonesia, dan 5 cabang luar negeri (Singapura, Hongkong, Tokyo, New York dan London), serta perwakilan di beberapa negara di Timur Tengah dan Asia Tenggara.
(r)


BNI bekerja sama dengan Bali Post, Sabtu (25/8) kembali menyerahkan bantuan beasiswa dan bantuan sarana-prasarana sekolah senilai total Rp 40 juta kepada empat sekolah, yaitu SD Negeri 6 Munti Gunung, SD Negeri 3 Tianyar Barat, SMP Negeri 5 Kubu, dan SMP Negeri Satu Atap Tianyar Barat, Karangasem. Bertempat di Art Center Denpasar, bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Bali A.A. Puspayoga didampingi Head of Business Banking BNI Wilayah Denpasar Eben Eser Nainggolan, Pemimpin BNI Cabang Denpasar Frito Marcevianto dan Pimpinan Kelompok Media Bali Post Satria Naradha. Hadir juga dalam penyerahan bantuan tersebut Wali Kota Denpasar, Bupati Gianyar beserta dengan Wakil Bupati Klungkung dan Bangli.

Di sela-sela puncak perayaan HUT ke-64 Bali Post, Sabtu malam lalu, Eben Eser Nainggolan menegaskan bahwa kerja sama dengan Bali Post dalam penyaluran beasiswa ini merupakan kegiatan yang kedua kalinya setelah pada tahun 2011 lalu BNI juga mendukung program bantuan pendidikan yang juga digagas oleh Bali Post. ''Program bantuan beasiswa dan bantuan sarana-prasarana sekolah ini merupakan salah satu komitmen BNI di bidang pendidikan,'' lanjutnya.

Bantuan tersebut merupakan salah satu bentuk realisasi Corporate Social Responsibility (CSR) BNI, di mana BNI akan selalu berperan aktif untuk meningkatkan kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan sosial, termasuk salah satunya di bidang pendidikan. Pemimpin BNI Cabang Denpasar Frito Marcevianto juga mengungkapkan, bantuan beasiswa tersebut merupakan wujud rasa syukur dan terima kasih BNI terutama pada seluruh masyarakat Bali. ''BNI dapat terus tumbuh dan berkembang hingga kini tidak terlepas dari dukungan lingkungan dan masyarakat sekitar, serta sudah menjadi komitmen BNI untuk terus melayani negeri dan memberikan kontribusi terbaiknya bagi masyarakat,'' jelasnya.

Secara keseluruhan, BNI Wilayah Denpasar yang mempunyai wilayah kerja meliputi Bali, NTB dan NTT telah memiliki 85 outlet dan 336 ATM, termasuk 4 BNI layanan Gerak yang dapat melayani transaksi perbankan secara mobile, 1 ATM Drive Thru di Renon. Untuk memberikan pelayanan kepada nasabah terutama di hari libur, BNI memiliki 6 outlet Weekend Banking yang berada di Jl. Diponegoro (Denpasar), Jl. Legian dan Beach Walk Kuta (Badung) serta Sukawati (Gianyar) untuk wilayah Bali dan di Jl. Selaparang Cakranegara (Mataram) serta di Kuanino (Kupang). BNI merupakan salah satu bank terbesar di Indonesia, memiliki 1.670 outlet cabang dan sentra kredit yang tersebar di seluruh Indonesia, dan 5 cabang luar negeri (Singapura, Hongkong, Tokyo, New York dan London), serta perwakilan di beberapa negara di Timur Tengah dan Asia Tenggara.
(r)

BNI Hongkong tuan rumah Indonesia Investor Day (IID)

Untuk pertama kalinya, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan 'berjualan' di Hong Kong untuk menarik minat investor asing menanamkan modalnya di perusahaan-perusahaan milik pemerintah. Kementerian BUMN optimis investor akan tertarik menanamkan modalnya di Indonesia seiring membaiknya kondisi perekonomian dan iklim investasi di dalam negeri.
Berangkat dari perkiraan tersebut, Kementerian BUMN pun memasang target yang cukup tinggi. "Kita perkirakan ada 50 investor papan atas dengan perkiraan nilai assets under management (AUM) dari tujuh yakni USD 210 miliar, akan melirik ke BUMN ini," ungkap Deputi Kementerian BUMN bidang jasa Parikesit Suprapto di Kementerian BUMN, Senin (27/8).
Pihaknya meyakini, investor akan tertarik terhadap BUMN di Indonesia. Terlebih, enam BUMN dari tujuh BUMN yang akan jualan di luar negeri tersebut, merupakan BUMN terbaik Indonesia dan diakui di dunia internasinal dengan masuk dalam daftar 2.000 perusahaan global versi Forbes.
Kondisi ini diperkirakan juga akan mendongkrak pendapatan dan deviden BUMN. "Diperkirakan pada tahun ini, BUMN menghasilkan total pendapatan sebesar Rp 1.495 triliun dan laba bersih sebesar Rp 145 triliun," jelasnya.
PT Bank Negara Indonesia Tbk yang ditunjuk sebagai tuan rumah Indonesia Investor Day (IID) mengaku siap memanfaatkan seluruh peluang yang tersedia. Khususnya untuk membesarkan bisnis trade finance yang selama ini menjadi andalan BNI di Kantor Cabang Hong Kong.
“Ini peluang kami untuk membesarkan kinerja kantor cabang kami di Hong Kong. Masa sudah cukup lama kami buka kantor cabang di sana, kinerjanya masih begini-begini saja. Relatif kurang maksimal. Dengan adanya event (IID) ini jelas ada peluang, terutama untuk menggaet calon investor dari institusi,” ungkap Direktur Treasury & FI BBNI, Adi Setianto di tempat yang sama.
Selama ini kantor cabang BNI cabang Hong Kong lebih banyak menjalankan bisnis aset sekuritas dan juga layanan trade finance serta jasa remitansi. Bisnis trade finance BNI di Hong Kong cukup menjanjikan dengan melayani perusahaan-perusahaan Indonesia yang melakukan transaksi dagang dengan kolega di Hong Kong maupun sebaliknya. Potensi tersebut tersebar di banyak sektor, mulai dari manufaktur, perdagangan dan lain-lain.
"Kalau ditanya potensinya berapa? Saya harus melihat-lihat dulu. Justru salah satu manfaat IID bagi kami adalah untuk membaca pasar tersebut. Kami juga ingin menjembatani perusahaan nasional yang akan melakukan sekuritisasi ke investor Hong Kong," tambahnya.
Dalam pandangannya, gelaran investor day di luar negeri akan membantu kebutuhan investasi untuk merealisasikan Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Selain itu, gelaran ini diyakini akan memberikan pengaruh baik kepada kebutuhan modal perusahaan dalam negeri untuk terus mengembangkan bisnisnya ke depan.
"Kami bisa menjembatani investor asing masuk ke Indonesia, entah itu lewat obligasi atau yang lain. Dari situ kami bisa dapat fee based income-nya," paparnya.
Untuk pertama kalinya, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan 'berjualan' di Hong Kong untuk menarik minat investor asing menanamkan modalnya di perusahaan-perusahaan milik pemerintah. Kementerian BUMN optimis investor akan tertarik menanamkan modalnya di Indonesia seiring membaiknya kondisi perekonomian dan iklim investasi di dalam negeri.
Berangkat dari perkiraan tersebut, Kementerian BUMN pun memasang target yang cukup tinggi. "Kita perkirakan ada 50 investor papan atas dengan perkiraan nilai assets under management (AUM) dari tujuh yakni USD 210 miliar, akan melirik ke BUMN ini," ungkap Deputi Kementerian BUMN bidang jasa Parikesit Suprapto di Kementerian BUMN, Senin (27/8).
Pihaknya meyakini, investor akan tertarik terhadap BUMN di Indonesia. Terlebih, enam BUMN dari tujuh BUMN yang akan jualan di luar negeri tersebut, merupakan BUMN terbaik Indonesia dan diakui di dunia internasinal dengan masuk dalam daftar 2.000 perusahaan global versi Forbes.
Kondisi ini diperkirakan juga akan mendongkrak pendapatan dan deviden BUMN. "Diperkirakan pada tahun ini, BUMN menghasilkan total pendapatan sebesar Rp 1.495 triliun dan laba bersih sebesar Rp 145 triliun," jelasnya.
PT Bank Negara Indonesia Tbk yang ditunjuk sebagai tuan rumah Indonesia Investor Day (IID) mengaku siap memanfaatkan seluruh peluang yang tersedia. Khususnya untuk membesarkan bisnis trade finance yang selama ini menjadi andalan BNI di Kantor Cabang Hong Kong.
“Ini peluang kami untuk membesarkan kinerja kantor cabang kami di Hong Kong. Masa sudah cukup lama kami buka kantor cabang di sana, kinerjanya masih begini-begini saja. Relatif kurang maksimal. Dengan adanya event (IID) ini jelas ada peluang, terutama untuk menggaet calon investor dari institusi,” ungkap Direktur Treasury & FI BBNI, Adi Setianto di tempat yang sama.
Selama ini kantor cabang BNI cabang Hong Kong lebih banyak menjalankan bisnis aset sekuritas dan juga layanan trade finance serta jasa remitansi. Bisnis trade finance BNI di Hong Kong cukup menjanjikan dengan melayani perusahaan-perusahaan Indonesia yang melakukan transaksi dagang dengan kolega di Hong Kong maupun sebaliknya. Potensi tersebut tersebar di banyak sektor, mulai dari manufaktur, perdagangan dan lain-lain.
"Kalau ditanya potensinya berapa? Saya harus melihat-lihat dulu. Justru salah satu manfaat IID bagi kami adalah untuk membaca pasar tersebut. Kami juga ingin menjembatani perusahaan nasional yang akan melakukan sekuritisasi ke investor Hong Kong," tambahnya.
Dalam pandangannya, gelaran investor day di luar negeri akan membantu kebutuhan investasi untuk merealisasikan Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Selain itu, gelaran ini diyakini akan memberikan pengaruh baik kepada kebutuhan modal perusahaan dalam negeri untuk terus mengembangkan bisnisnya ke depan.
"Kami bisa menjembatani investor asing masuk ke Indonesia, entah itu lewat obligasi atau yang lain. Dari situ kami bisa dapat fee based income-nya," paparnya.

BNI-KFL Jadi Ajang Pembinaan

MAKASSAR, FAJAR -- Event tahunan Keker Futsal League (KFL) harus menjadi sumber pembinaan atlet muda di Sulsel. FAJAR sebagai pemrakarsa harus mempertahankan tradisi KFL ini setiap tahunnya.

"Belum ada event futsal semeriah KFL di Makassar. Kita berharap event ini bisa eksis terus dan menjadi sarana pembinaan pemain muda," kata Andi Darussalam Tabusalla (ADS), pelaksana tugas ketua KONI Sulsel, akhir pekan lalu.

Menurut ADS animo futsal Sulsel jauh lebih baik dari daerah lain. Lewat kompetisi yang berjenjang dan berkelanjutan prestasi bisa didapatkan.
"Tak ada prestasi tanpa pembinaan. Apa yang dilakukan KFL adalah bagian adari tugas pembinaan itu," tutur mantan Ketua Badan Liga Indonesia (BLI).

KFL tahun ini menggandeng Bank Negara Indonesia (BNI) sebagai sponsor utama. Kompetisi diikuti 32 tim putra, 16 tim putri untuk tingkat SMA. Sedangkan tingkat SMP sebanyak 16 tim putra. Seluruh pertandingan akan digelar di gedung olahraga Sudiang Makassar.

Tim futsal PON Sulsel menargetkan bisa meraih medali di Pekanbaru Riau. Para atlet futsal ini salah satunya terbentuk dari hasil binaan lokal melalui kegiatan-kegiatan futsal. (aci/sap)
MAKASSAR, FAJAR -- Event tahunan Keker Futsal League (KFL) harus menjadi sumber pembinaan atlet muda di Sulsel. FAJAR sebagai pemrakarsa harus mempertahankan tradisi KFL ini setiap tahunnya.

"Belum ada event futsal semeriah KFL di Makassar. Kita berharap event ini bisa eksis terus dan menjadi sarana pembinaan pemain muda," kata Andi Darussalam Tabusalla (ADS), pelaksana tugas ketua KONI Sulsel, akhir pekan lalu.

Menurut ADS animo futsal Sulsel jauh lebih baik dari daerah lain. Lewat kompetisi yang berjenjang dan berkelanjutan prestasi bisa didapatkan.
"Tak ada prestasi tanpa pembinaan. Apa yang dilakukan KFL adalah bagian adari tugas pembinaan itu," tutur mantan Ketua Badan Liga Indonesia (BLI).

KFL tahun ini menggandeng Bank Negara Indonesia (BNI) sebagai sponsor utama. Kompetisi diikuti 32 tim putra, 16 tim putri untuk tingkat SMA. Sedangkan tingkat SMP sebanyak 16 tim putra. Seluruh pertandingan akan digelar di gedung olahraga Sudiang Makassar.

Tim futsal PON Sulsel menargetkan bisa meraih medali di Pekanbaru Riau. Para atlet futsal ini salah satunya terbentuk dari hasil binaan lokal melalui kegiatan-kegiatan futsal. (aci/sap)

BNI Bidik Rp200 Miliar dari Desk Jepang

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) membidik pendapatan Rp200 miliar dari unit/Desk Jepang pada 2013, dari tahun ini Rp50-60 miliar.

Desk Jepang akan menangani perusahaan Jepang yang berinvestasi di Indonesia dan bermitra dengan bank-bank regional (Bank Pembangunan Daerah/BPD) di Jepang.

Direktur Treasury and Financial Institution BNI, Adi Setianto, mengatakan melalui pelayanan tersebut, perseroan dapat mencari pendapatan dari pendanaan (funding) maupun pembiayaan (financing).

Selain itu, perseroan juga bisa memperoleh pendapatan berbasis biaya (fee based income) dari layanan bank garansi maupun kontra bank garansi.

“Target sekitar Rp200 miliar itu sudah bagus untuk satu unit. Di luar negeri saja, satu cabang dapat Rp80 miliar itu juga cukup bagus,” kata Adi, di Gedung BNI, Jakarta, hari ini.

Menurut Adi, target tersebut merupakan target optimistis, sedangkan target moderat sekitar Rp100-150 miliar.

Untuk tahun ini, target pendapatan dari Desk Japan hanya sekitar Rp50-60 miliar karena operasionalnya belum berjalan sepenuhnya. “Kami baru memulai Desk Japan ini pada awal 2012. Jadi targetnya belum terlalu besar,” katanya.

Adi menjelaskan, pendapatan tersebut bisa berasal dari pendapatan bunga kredit maupun pendapatan berbasis biaya. Menurutnya, pendapatan bunga masih sekitar 90 persen dari total pendapatan, sedangkan sisanya 10 persen dari pendapatan berbasis biaya.

"Namun, jika operasinya sudah berjalan cukup lengkap, perseroan optimistis porsi fee based income bisa lebih besar," kata dia.

Sementara pendapatan berbasis biaya kata Adi, bisa berasal dari transaksi mata uang asing (foreign exchange), transaksi funding (giro dan deposito), pembayaran gaji perusahaan (payroll), dan pengiriman uang (remitansi) untuk keperluan bisnis.

Untuk besaran suku bunga yang dikenakan, kata Adi, memang berbeda dengan bunga rupiah dan dolar untuk debitor di Indonesia. Saat ini, debitor di Indonesia masih dikenakan suku bunga kredit sekitar 9-10 persen untuk rupiah, sedangkan untuk kredit valuta asing (valas) masih sekitar 8 persen.

“Kalau di Jepang, bunga kreditnya sekitar 3-4 persen. Tapi karena di sini sifat dananya di-back up oleh bank-bank regional di Jepang, kami hanya bisa kenakan bunga kredit 2-3 persen di bawah bunga normal untuk valas. Misalnya sekitar bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI), yaitu sekitar 6-6,5 persen,” kata Adi.

Saat ini, BNI telah bekerja sama dengan sejumlah perusahaan Jepang, seperti Astra Honda Motor, Asahan Indonesia Aluminium (Inalum), Berau Coal, Wisma Nusantara, dan lain-lain. Perseroan membidik sejumlah perusahaan yang telah direferensikan oleh JRB, yaitu Toyota, Suzuki, dan Yamaha
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) membidik pendapatan Rp200 miliar dari unit/Desk Jepang pada 2013, dari tahun ini Rp50-60 miliar.

Desk Jepang akan menangani perusahaan Jepang yang berinvestasi di Indonesia dan bermitra dengan bank-bank regional (Bank Pembangunan Daerah/BPD) di Jepang.

Direktur Treasury and Financial Institution BNI, Adi Setianto, mengatakan melalui pelayanan tersebut, perseroan dapat mencari pendapatan dari pendanaan (funding) maupun pembiayaan (financing).

Selain itu, perseroan juga bisa memperoleh pendapatan berbasis biaya (fee based income) dari layanan bank garansi maupun kontra bank garansi.

“Target sekitar Rp200 miliar itu sudah bagus untuk satu unit. Di luar negeri saja, satu cabang dapat Rp80 miliar itu juga cukup bagus,” kata Adi, di Gedung BNI, Jakarta, hari ini.

Menurut Adi, target tersebut merupakan target optimistis, sedangkan target moderat sekitar Rp100-150 miliar.

Untuk tahun ini, target pendapatan dari Desk Japan hanya sekitar Rp50-60 miliar karena operasionalnya belum berjalan sepenuhnya. “Kami baru memulai Desk Japan ini pada awal 2012. Jadi targetnya belum terlalu besar,” katanya.

Adi menjelaskan, pendapatan tersebut bisa berasal dari pendapatan bunga kredit maupun pendapatan berbasis biaya. Menurutnya, pendapatan bunga masih sekitar 90 persen dari total pendapatan, sedangkan sisanya 10 persen dari pendapatan berbasis biaya.

"Namun, jika operasinya sudah berjalan cukup lengkap, perseroan optimistis porsi fee based income bisa lebih besar," kata dia.

Sementara pendapatan berbasis biaya kata Adi, bisa berasal dari transaksi mata uang asing (foreign exchange), transaksi funding (giro dan deposito), pembayaran gaji perusahaan (payroll), dan pengiriman uang (remitansi) untuk keperluan bisnis.

Untuk besaran suku bunga yang dikenakan, kata Adi, memang berbeda dengan bunga rupiah dan dolar untuk debitor di Indonesia. Saat ini, debitor di Indonesia masih dikenakan suku bunga kredit sekitar 9-10 persen untuk rupiah, sedangkan untuk kredit valuta asing (valas) masih sekitar 8 persen.

“Kalau di Jepang, bunga kreditnya sekitar 3-4 persen. Tapi karena di sini sifat dananya di-back up oleh bank-bank regional di Jepang, kami hanya bisa kenakan bunga kredit 2-3 persen di bawah bunga normal untuk valas. Misalnya sekitar bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI), yaitu sekitar 6-6,5 persen,” kata Adi.

Saat ini, BNI telah bekerja sama dengan sejumlah perusahaan Jepang, seperti Astra Honda Motor, Asahan Indonesia Aluminium (Inalum), Berau Coal, Wisma Nusantara, dan lain-lain. Perseroan membidik sejumlah perusahaan yang telah direferensikan oleh JRB, yaitu Toyota, Suzuki, dan Yamaha

Bank BNI 46 Sumbang Unit V

MAKASSAR, FAJAR -- Bank BNI 46 menjadi penyjmpang satu unit rumah pada penyerahan Ramadan Rumah Impian kelima untuk putaran tahun ini.

KEPALA Polda Sulsel, Irjen Pol Mudji Waluyo, mengaku sangat mengapresasi program Ramadan Rumah Impian 2012 FAJAR-DPD Real Estat Indonesia (REI) Sulsel. Ia mengungkapkan, kegiatan seperti ini menunjukkan rasa empati masyarakat yang lebih mampu kepada masyarakat miskin.

“Program Ramadan Rumah Impian sangat bermanfaat karena dapat meringankan beban masyarakat yang kurang mampu,” ujar Mudji saat membawakan sambutan penyerahan unit V Ramadan Rumah Impian 2012 kepada keluarga Syarifuddin sumbangan Bank BNI 46 Wilayah Makassar di perumahan Bumi Zarindah, Sunggumanai, Kecamatan Pattallassang, Gowa, Rabu, 1 Agustus.

Mudji mengatakan, kepolisian juga memiliki program yang mirip dengan community social responsibility (CSR). Namanya community police. Program ini yang bekerja sama dengan CSR lain dalam rangka menciptakan situasi kondusif di tengah masyarakat. Ia juga mengakui hasil verifikasi panitia terhadap penerima rumah dalam program ini, sudah layak untuk yang berhak mendapatkannya.

Selain itu, Mudji juga menyebutkan, demi terciptanya ketertiban, maka harus ada kemitraan antara kepolisia dan masyarakat. Karenanya, karena melihat belum ada pos keamanan lingkungan (poskamling) di kompleks tersebut, Mudji lalu berinisiatif menyumbang pemerintah setempat Rp5 juta. Mudji menstimulasi didirikannya poskamling.

Sementara itu, CEO Bank BNI 46 Wilayah Makassar, Mucharom, mengatakan, acara ini tidak akan bisa terselenggara dengan baik tanpa kerja sama yang baik. Sumbangan yang diberikan tersebut merupakan community development atau sejenis CSR BNI. Ia mengatakan 80 persen kerja sama memang dengan REI. Program Ramadan Rumah Impian ini, kata dia, untuk membantu meringankan beban mayarakat kurang mampu.

“Tidak semua masyarakat bisa mendapatkan rumah yang layak, sehingga kami menyisihkan CSR untuk itu. Kita akan menyumbangkan dua unit rumah untuk program Ramadan Rumah Impian,” kata Mucharom.

Ketua DPD REI Sulsel, Raymond Arfandy, mengatakan, program Ramadan Rumah Impian 2012 merupakan CSR antara REI Sulsel dan FAJAR. Ia mengatakan, seluruh mekanisme verifikasi diserahkan ke FAJAR karena sudah pengalaman melakukannya.

“Harian FAJAR yang melakukan verifikasi total terhadap usulan yang masuk. Sejauh ini tidak ada komplain bahwa yang menerima adalah orang bermasalah. Harian FAJAR telah melakukan verifikasi dengan cukup baik dan bahkan cukup sempurna,” katanya.

Direktur Utama PT Media Fajar, Syamsu Nur, mengatakan pemenang Ramadan Rumah Impian dipilih secara akurat dan memenuhi persyaratan. Ide utama program ini, kata dia, merupakan gagasan dari REI dengan Harian FAJAR selaku media pendamping.

“Kita berharap program ini bisa meluas, jika tahun ini hanya sepuluh, mudah-mudahan ke depan lebih banyak lagi,” ujar dia. (zuk/yun)
MAKASSAR, FAJAR -- Bank BNI 46 menjadi penyjmpang satu unit rumah pada penyerahan Ramadan Rumah Impian kelima untuk putaran tahun ini.

KEPALA Polda Sulsel, Irjen Pol Mudji Waluyo, mengaku sangat mengapresasi program Ramadan Rumah Impian 2012 FAJAR-DPD Real Estat Indonesia (REI) Sulsel. Ia mengungkapkan, kegiatan seperti ini menunjukkan rasa empati masyarakat yang lebih mampu kepada masyarakat miskin.

“Program Ramadan Rumah Impian sangat bermanfaat karena dapat meringankan beban masyarakat yang kurang mampu,” ujar Mudji saat membawakan sambutan penyerahan unit V Ramadan Rumah Impian 2012 kepada keluarga Syarifuddin sumbangan Bank BNI 46 Wilayah Makassar di perumahan Bumi Zarindah, Sunggumanai, Kecamatan Pattallassang, Gowa, Rabu, 1 Agustus.

Mudji mengatakan, kepolisian juga memiliki program yang mirip dengan community social responsibility (CSR). Namanya community police. Program ini yang bekerja sama dengan CSR lain dalam rangka menciptakan situasi kondusif di tengah masyarakat. Ia juga mengakui hasil verifikasi panitia terhadap penerima rumah dalam program ini, sudah layak untuk yang berhak mendapatkannya.

Selain itu, Mudji juga menyebutkan, demi terciptanya ketertiban, maka harus ada kemitraan antara kepolisia dan masyarakat. Karenanya, karena melihat belum ada pos keamanan lingkungan (poskamling) di kompleks tersebut, Mudji lalu berinisiatif menyumbang pemerintah setempat Rp5 juta. Mudji menstimulasi didirikannya poskamling.

Sementara itu, CEO Bank BNI 46 Wilayah Makassar, Mucharom, mengatakan, acara ini tidak akan bisa terselenggara dengan baik tanpa kerja sama yang baik. Sumbangan yang diberikan tersebut merupakan community development atau sejenis CSR BNI. Ia mengatakan 80 persen kerja sama memang dengan REI. Program Ramadan Rumah Impian ini, kata dia, untuk membantu meringankan beban mayarakat kurang mampu.

“Tidak semua masyarakat bisa mendapatkan rumah yang layak, sehingga kami menyisihkan CSR untuk itu. Kita akan menyumbangkan dua unit rumah untuk program Ramadan Rumah Impian,” kata Mucharom.

Ketua DPD REI Sulsel, Raymond Arfandy, mengatakan, program Ramadan Rumah Impian 2012 merupakan CSR antara REI Sulsel dan FAJAR. Ia mengatakan, seluruh mekanisme verifikasi diserahkan ke FAJAR karena sudah pengalaman melakukannya.

“Harian FAJAR yang melakukan verifikasi total terhadap usulan yang masuk. Sejauh ini tidak ada komplain bahwa yang menerima adalah orang bermasalah. Harian FAJAR telah melakukan verifikasi dengan cukup baik dan bahkan cukup sempurna,” katanya.

Direktur Utama PT Media Fajar, Syamsu Nur, mengatakan pemenang Ramadan Rumah Impian dipilih secara akurat dan memenuhi persyaratan. Ide utama program ini, kata dia, merupakan gagasan dari REI dengan Harian FAJAR selaku media pendamping.

“Kita berharap program ini bisa meluas, jika tahun ini hanya sepuluh, mudah-mudahan ke depan lebih banyak lagi,” ujar dia. (zuk/yun)

BNI lepas obligasi rekapitalisasi untuk akuisisi

JAKARTA. Rencana PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mengakuisisi Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) masih menanti keputusan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kendati demikian, BNI sudah menyiapkan dana senilai Rp 1,2 triliun melalui penjualan obligasi rekapitalisasi untuk melancarkan rencana tersebut.

"Kami sudah kirim surat ke kementerian. Sudah tanya setiap hari. Masih belum ada jawaban," terang Direktur Utama BNI Gatot M Suwondo, Jumat (27/7).

Berdasarkan perhitungan bank berstatus Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu, kebutuhan akuisisi BPUI berkisar Rp 1,2 triliun. Sebagai catatan, total obligasi rekapitalisasi yang digenggam BNI mencapai Rp 17 triliun.

Apabila akuisisi ini tercapai, nantinya BNI bisa melakukan penggabungan anak-anak usaha BPUI. Anak-anak usaha tersebut ialah Bahana Securities (Investment Banking, Securities Trading dan Brokerage), Bahana Artha Ventura (Modal Ventura), Bahana TCW Investment Management (Asset Management), dan Graha Niaga Tata Utama (Office Building Management).

Deputi Menteri Negara BUMN Bidang Usaha Jasa Parikesit Suprapto menuturkan sampai saat ini kementerian belum membahas permohonan BNI untuk mengakuisisi BPUI.

"Tapi sepertinya tidak bisa tahun ini," kata Parikesit. Sebelumnya, Parikesit mengatakan, diperkirakan sebelum akhir tahun ini akuisisi tersebut bisa terlaksana.
Saat ini bisnis BPUI masih menjalani program restrukturisasi PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA).
JAKARTA. Rencana PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mengakuisisi Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) masih menanti keputusan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kendati demikian, BNI sudah menyiapkan dana senilai Rp 1,2 triliun melalui penjualan obligasi rekapitalisasi untuk melancarkan rencana tersebut.

"Kami sudah kirim surat ke kementerian. Sudah tanya setiap hari. Masih belum ada jawaban," terang Direktur Utama BNI Gatot M Suwondo, Jumat (27/7).

Berdasarkan perhitungan bank berstatus Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu, kebutuhan akuisisi BPUI berkisar Rp 1,2 triliun. Sebagai catatan, total obligasi rekapitalisasi yang digenggam BNI mencapai Rp 17 triliun.

Apabila akuisisi ini tercapai, nantinya BNI bisa melakukan penggabungan anak-anak usaha BPUI. Anak-anak usaha tersebut ialah Bahana Securities (Investment Banking, Securities Trading dan Brokerage), Bahana Artha Ventura (Modal Ventura), Bahana TCW Investment Management (Asset Management), dan Graha Niaga Tata Utama (Office Building Management).

Deputi Menteri Negara BUMN Bidang Usaha Jasa Parikesit Suprapto menuturkan sampai saat ini kementerian belum membahas permohonan BNI untuk mengakuisisi BPUI.

"Tapi sepertinya tidak bisa tahun ini," kata Parikesit. Sebelumnya, Parikesit mengatakan, diperkirakan sebelum akhir tahun ini akuisisi tersebut bisa terlaksana.
Saat ini bisnis BPUI masih menjalani program restrukturisasi PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA).

Layar46 Forums

Status Layar 46

 
2012 Layar46 | Blogger Templates for HostGator Coupon Code Sponsors: WooThemes Coupon Code, Rockable Press Discount Code