Website Lainnya

Total Tayangan

LAYANAN

* Akses Layar46 Versi Mobile di: http://bit.ly/mPp8D6 * Download Launcher Blackberry Layar46 di: http://bit.ly/n4BNfg

FAST RESPON

SAYA ADA UNTUK ANDA

layar46. Diberdayakan oleh Blogger.

2012, BNI Syariah patok target moderat

Bisnis Indonesia 28/11/2011, PT Bank Negara Indonesia Syariah menetapkan target pertumbuhan yang moderat pada tahun depan, yang dipengaruhi oleh fokus bisnis perseroan yang ingin memperbesar segmen ritel dan konsumer.

Selain itu, ketidakpastian kondisi global akibat krisis Uni Eropa dan Amerika Serikat (AS) juga mempengaruhi Bank Negara Indonesia Syariah (BNI Syariah) tidak menetapkan target setinggi kinerja tahun ini.

“Kami menetapkan target pertumbuhan 25% pada 2012 baik pada pembiayaan maupun pendanaan. Target ini memang tidak setinggi tahun ini karena kami mau fokus ke ritel dan konsumer,” ujar Bambang Widjanarko, Direktur Bisnis BNI Syariah kepada Bisnis, hari ini.

Dia menjelaskan pembiayaan pemilikan rumah dan kartu pembiayaan merupakan unit bisnis pinjaman yang akan dikembangkan pada tahun depan. Selain itu, perseroan juga akan masuk ke sektor mikro dengan proyek percontohan di area Bogor, Jawa Barat.

“Krisis di Uni Eropa dan Amerika Serikat tetap kami waspadai karena dapat berdampak terhadap ekspor dan nilai tukar rupiah dan akhirnya dapat mempengaruhi ekspansi pembiayaan,” ujarnya.
Bisnis Indonesia 28/11/2011, PT Bank Negara Indonesia Syariah menetapkan target pertumbuhan yang moderat pada tahun depan, yang dipengaruhi oleh fokus bisnis perseroan yang ingin memperbesar segmen ritel dan konsumer.

Selain itu, ketidakpastian kondisi global akibat krisis Uni Eropa dan Amerika Serikat (AS) juga mempengaruhi Bank Negara Indonesia Syariah (BNI Syariah) tidak menetapkan target setinggi kinerja tahun ini.

“Kami menetapkan target pertumbuhan 25% pada 2012 baik pada pembiayaan maupun pendanaan. Target ini memang tidak setinggi tahun ini karena kami mau fokus ke ritel dan konsumer,” ujar Bambang Widjanarko, Direktur Bisnis BNI Syariah kepada Bisnis, hari ini.

Dia menjelaskan pembiayaan pemilikan rumah dan kartu pembiayaan merupakan unit bisnis pinjaman yang akan dikembangkan pada tahun depan. Selain itu, perseroan juga akan masuk ke sektor mikro dengan proyek percontohan di area Bogor, Jawa Barat.

“Krisis di Uni Eropa dan Amerika Serikat tetap kami waspadai karena dapat berdampak terhadap ekspor dan nilai tukar rupiah dan akhirnya dapat mempengaruhi ekspansi pembiayaan,” ujarnya.

UNY-BNI Terbitkan Kartu Kredit

suaramerdeka.com 26/11/2011- UNY bekerja sama dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk meluncurkan kartu kredit, sebagai kartu affinity dengan nama UNY Card yang bisa dimiliki oleh keluarga besar UNY, yaitu seluruh sivitas akademika, dosen biasa dan luar biasa, alumni, ikatan orangtua mahasiswa serta unit usaha yang dikelola UNY.
Penandatanganan perjanjian kerja sama penerbitan BNI Visa UNY Card dilaksanakan di RM Bumbu Pawon Yogyakarta oleh Rektor UNY Prof Dr Rochmat Wahab MPd MA dan Pemimpin Divisi Bisnis Kartu BNI Wiweko Probojakti yang disaksikan oleh Wakil Rektor (WR) I Prof Dr Nurfina Aznam, WR III Prof Dr Herminarto Sofyan, para dekan, pemimpin BNI wilayah Semarang Bambang Kuncoro, pemimpin BNI cabang utama UGM Wisnaldi dan tamu lainnya.
Rektor berpesan kepada pihak bank dalam melakukan tagihan kartu kredit menggunakan sentuhan secara moral tidak sekedar secara bisnis. Agar pengguna kartu kredit memahami dengan jelas sehingga nantinya tidak ada masalah terkait dengan penggunaannya, maka  perlu sosialisasi yang jelas kepada sivitas akademika.
Ditambahkan, ada baiknya BNI mengubah paradigma. Kalau selama ini BNI setiap bulannya mampu memberikan mobil mewah untuk hadiah bagi mereka yang tabungannya sudah banyak, sekarang hadiah tersebut juga diperuntukkan bagi lembaga pendidikan. ''Akan lebih bermanfaat jika BNI juga memberikan mobil-mobil tersebut ke lembaga pendidikan misalnya mobil untuk operasional di kampus seperti transportasi mahasiswa, penelitian, pengabdian pada masyarakat. Hal tersebut adalah investasi untuk calon pemimpin masa depan,'' tegasnya.
Sementara itu Wiweko Probojakti mengatakan, kartu kredit yang diterbitkan itu yang berbeda dengan kartu kredit lainnya, yaitu adanya lambang UNY di kartu kredit tersebut. Siapapun pemegang kartu kredit tersebut pasti punya ikatan batin dengan UNY. ''Keunggulan kartu ini didukung oleh Visa. Bagi akademisi yang sering ke luar negeri kartu platinum memberikan  layanan khusus seperti Visa Concierge Service, dan layanan lainnya,'' jelasnya.
( Bambang Unjianto / CN34 / JBSM )
suaramerdeka.com 26/11/2011- UNY bekerja sama dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk meluncurkan kartu kredit, sebagai kartu affinity dengan nama UNY Card yang bisa dimiliki oleh keluarga besar UNY, yaitu seluruh sivitas akademika, dosen biasa dan luar biasa, alumni, ikatan orangtua mahasiswa serta unit usaha yang dikelola UNY.
Penandatanganan perjanjian kerja sama penerbitan BNI Visa UNY Card dilaksanakan di RM Bumbu Pawon Yogyakarta oleh Rektor UNY Prof Dr Rochmat Wahab MPd MA dan Pemimpin Divisi Bisnis Kartu BNI Wiweko Probojakti yang disaksikan oleh Wakil Rektor (WR) I Prof Dr Nurfina Aznam, WR III Prof Dr Herminarto Sofyan, para dekan, pemimpin BNI wilayah Semarang Bambang Kuncoro, pemimpin BNI cabang utama UGM Wisnaldi dan tamu lainnya.
Rektor berpesan kepada pihak bank dalam melakukan tagihan kartu kredit menggunakan sentuhan secara moral tidak sekedar secara bisnis. Agar pengguna kartu kredit memahami dengan jelas sehingga nantinya tidak ada masalah terkait dengan penggunaannya, maka  perlu sosialisasi yang jelas kepada sivitas akademika.
Ditambahkan, ada baiknya BNI mengubah paradigma. Kalau selama ini BNI setiap bulannya mampu memberikan mobil mewah untuk hadiah bagi mereka yang tabungannya sudah banyak, sekarang hadiah tersebut juga diperuntukkan bagi lembaga pendidikan. ''Akan lebih bermanfaat jika BNI juga memberikan mobil-mobil tersebut ke lembaga pendidikan misalnya mobil untuk operasional di kampus seperti transportasi mahasiswa, penelitian, pengabdian pada masyarakat. Hal tersebut adalah investasi untuk calon pemimpin masa depan,'' tegasnya.
Sementara itu Wiweko Probojakti mengatakan, kartu kredit yang diterbitkan itu yang berbeda dengan kartu kredit lainnya, yaitu adanya lambang UNY di kartu kredit tersebut. Siapapun pemegang kartu kredit tersebut pasti punya ikatan batin dengan UNY. ''Keunggulan kartu ini didukung oleh Visa. Bagi akademisi yang sering ke luar negeri kartu platinum memberikan  layanan khusus seperti Visa Concierge Service, dan layanan lainnya,'' jelasnya.
( Bambang Unjianto / CN34 / JBSM )

UGM-BNI Kerjasama Beasiswa ERP dan Addendum UGM Card

YOGYAKARTA – Universitas Gadjah Mada dan PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk melaksanakan kerjasama pemberian beasiswa Early Recruitment Program (ERP) dan penandatanganan addendum kartu kredit affinity UGM Card, di ruang multi media kantor pusat UGM, Selasa (22/11). Program beasiswa ERP merupakan beasiswa kepada mahasiswa yang memasuki semester akhir yang kemudian akan direkrut menjadi pegawai bank BNI. Sedangkan addendum kartu kredit UGM card dilakukan dalam rangka penambahan varian baru kartu affinity platinum UGM Card.
Rektor UGM Prof. Ir. Sudjarwadi, M.Eng., Ph.D., dalam pidato sambutannya menyambut baik terlaksananya kerjasama yang sudah terjalin sejak lama dengan pihak Bank BNI. Menanggapi proses rekrutmen awal calon pegawai BNI lewat pemberian beasiswa kepada mahasiswa, Rektor menyambut baik program tersebut. Menurutnya, program tersebut memberikan manfaat yang cukup besar tidak hanya bagi mahasiswa namun juga bagi kedua belah pihak.
Sehubungan adanya penambahan varian kartu kredit UGM card, Rektor mengusulkan pemegang kartu tidak hanya untuk diperuntukan bagi kalangan tenaga pendidik, tapi juga tenaga kependidikan dan alumni UGM. Apalagi alumni UGM kini mencapai 270 ribu alumni. Dan keuntungan dari pemakaian kartu tersebut diperuntukan untuk pembiayaan pendidikan di UGM lewat kegiatan CSR PT BNI. “Saat ini sekitar 150 ribu alumni yang sudah menyertakan alamat dan pekerjaannya dalam database elektronik,” katanya.
Pemimpin Divisi Bisnis Kartu PT BNI Wiweko Probojakti mengatakan khusus bagi pemegang UGM Card tidak akan dikenakan biaya tambahan sehingga memungkinkan nasabah yang menggunakan kartu tersebut dalam jangka waktu yang lama. “Pemegang kartu ini tanpa dikenai tambahan biaya,” katanya.
Sementara Pemimpin wilayah Semarang PT BNI, Bambang Kuncoro, mengatakan BNI akan terus memberikan pelayanan maksimal bagi sivitas akademika UGM. Terkait dengan penyerahan beasiswa ERP, bertujuan untuk mendapatkan calon pegawai BNI dari lulusan terbaik dari sebuah perguruan tinggi. “Lewat program ini, kita bisa memantau kemampuan mahasiswa sebagai calon tenaga kerja yang akan bergabung dengan BNI. Di UGM, program ini sudah berjalan untuk ketiga kalinya,” katanya.
Dalam penandatangan kerjasama pemberian beasiswa ERP, ditandatangani oleh Wakil Rektor Senior Bidang Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (WRSP3M) Prof. Dr. Retno Sunarminingsih Sudibyo, M,.Sc., Apt dan Pemimpin BNI Kantor wilayah Semarang Bambang Kuncoro. Sedangkan Addendum perjanjian kerjasama kartu kredit Affinity UGM Card yang ditandatangani oleh Wakil Rektor Bidang Alumni dan Pengembangan Usaha UGM Prof. Ir. Atyanto Dharoko, M.Phil., Ph.D., dan Pemimpin Divisi Bisnis Kartu BNI Wiweko Probojakti. (Humas UGM/Gusti Grehenson)
YOGYAKARTA – Universitas Gadjah Mada dan PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk melaksanakan kerjasama pemberian beasiswa Early Recruitment Program (ERP) dan penandatanganan addendum kartu kredit affinity UGM Card, di ruang multi media kantor pusat UGM, Selasa (22/11). Program beasiswa ERP merupakan beasiswa kepada mahasiswa yang memasuki semester akhir yang kemudian akan direkrut menjadi pegawai bank BNI. Sedangkan addendum kartu kredit UGM card dilakukan dalam rangka penambahan varian baru kartu affinity platinum UGM Card.
Rektor UGM Prof. Ir. Sudjarwadi, M.Eng., Ph.D., dalam pidato sambutannya menyambut baik terlaksananya kerjasama yang sudah terjalin sejak lama dengan pihak Bank BNI. Menanggapi proses rekrutmen awal calon pegawai BNI lewat pemberian beasiswa kepada mahasiswa, Rektor menyambut baik program tersebut. Menurutnya, program tersebut memberikan manfaat yang cukup besar tidak hanya bagi mahasiswa namun juga bagi kedua belah pihak.
Sehubungan adanya penambahan varian kartu kredit UGM card, Rektor mengusulkan pemegang kartu tidak hanya untuk diperuntukan bagi kalangan tenaga pendidik, tapi juga tenaga kependidikan dan alumni UGM. Apalagi alumni UGM kini mencapai 270 ribu alumni. Dan keuntungan dari pemakaian kartu tersebut diperuntukan untuk pembiayaan pendidikan di UGM lewat kegiatan CSR PT BNI. “Saat ini sekitar 150 ribu alumni yang sudah menyertakan alamat dan pekerjaannya dalam database elektronik,” katanya.
Pemimpin Divisi Bisnis Kartu PT BNI Wiweko Probojakti mengatakan khusus bagi pemegang UGM Card tidak akan dikenakan biaya tambahan sehingga memungkinkan nasabah yang menggunakan kartu tersebut dalam jangka waktu yang lama. “Pemegang kartu ini tanpa dikenai tambahan biaya,” katanya.
Sementara Pemimpin wilayah Semarang PT BNI, Bambang Kuncoro, mengatakan BNI akan terus memberikan pelayanan maksimal bagi sivitas akademika UGM. Terkait dengan penyerahan beasiswa ERP, bertujuan untuk mendapatkan calon pegawai BNI dari lulusan terbaik dari sebuah perguruan tinggi. “Lewat program ini, kita bisa memantau kemampuan mahasiswa sebagai calon tenaga kerja yang akan bergabung dengan BNI. Di UGM, program ini sudah berjalan untuk ketiga kalinya,” katanya.
Dalam penandatangan kerjasama pemberian beasiswa ERP, ditandatangani oleh Wakil Rektor Senior Bidang Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (WRSP3M) Prof. Dr. Retno Sunarminingsih Sudibyo, M,.Sc., Apt dan Pemimpin BNI Kantor wilayah Semarang Bambang Kuncoro. Sedangkan Addendum perjanjian kerjasama kartu kredit Affinity UGM Card yang ditandatangani oleh Wakil Rektor Bidang Alumni dan Pengembangan Usaha UGM Prof. Ir. Atyanto Dharoko, M.Phil., Ph.D., dan Pemimpin Divisi Bisnis Kartu BNI Wiweko Probojakti. (Humas UGM/Gusti Grehenson)

Layanan Baru BNI Emerald

JAKARTA, Sindo 24/11/2011 – PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) meluncurkan The New Priority Service dari BNI Emerald Priority Banking yang khusus ditujukan kepada Nasabah Individu Utama BNI.

Layanan ini merupakan bagian dari perjalanan dan komitmen BNI memberikan yang terbaik bagi para nasabah. Direktur Konsumer dan Ritel BNI Darmadi Sutanto mengatakan,BNI Emerald Priority Banking memberikan layanan personal kepada seluruh nasabah individu utama BNI yang tidak hanya dilayani Relationship Manager.

Namun, seluruh manajemen dan staf di semua cabang BNI baik di Indonesia maupun di lima kota cabang luar negeri yaitu Singapura, Hong Kong,Tokyo, New York dan London siap memberikan layanan ter-baik. ”Kami memahami bahwa waktu adalah hal yang sangat berharga bagi setiap nasabah, oleh karena itu kami hadirkan The New Priority Banking Service ” ujar Darmadi di Jakarta kemarin.

Darmadi mengatakan, tahun 2012 dicanangkan sebagai The Year of Intimacy antara Bank dengan para nasabah setia BNI. Layanan-layanan BNI Emerald Priority Banking mencakup BNI Emerald Call yang merupakan layanan contact center khusus 24 Jam. ”Cukup menghubungi nomor 500098 akan dilayani BNI Emerald Call Officer untuk kemudahan layanan perbankan dan nonperbankan nasabah,”katanya. rakhmat baihaqi
 
JAKARTA, Sindo 24/11/2011 – PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) meluncurkan The New Priority Service dari BNI Emerald Priority Banking yang khusus ditujukan kepada Nasabah Individu Utama BNI.

Layanan ini merupakan bagian dari perjalanan dan komitmen BNI memberikan yang terbaik bagi para nasabah. Direktur Konsumer dan Ritel BNI Darmadi Sutanto mengatakan,BNI Emerald Priority Banking memberikan layanan personal kepada seluruh nasabah individu utama BNI yang tidak hanya dilayani Relationship Manager.

Namun, seluruh manajemen dan staf di semua cabang BNI baik di Indonesia maupun di lima kota cabang luar negeri yaitu Singapura, Hong Kong,Tokyo, New York dan London siap memberikan layanan ter-baik. ”Kami memahami bahwa waktu adalah hal yang sangat berharga bagi setiap nasabah, oleh karena itu kami hadirkan The New Priority Banking Service ” ujar Darmadi di Jakarta kemarin.

Darmadi mengatakan, tahun 2012 dicanangkan sebagai The Year of Intimacy antara Bank dengan para nasabah setia BNI. Layanan-layanan BNI Emerald Priority Banking mencakup BNI Emerald Call yang merupakan layanan contact center khusus 24 Jam. ”Cukup menghubungi nomor 500098 akan dilayani BNI Emerald Call Officer untuk kemudahan layanan perbankan dan nonperbankan nasabah,”katanya. rakhmat baihaqi
 

BNI Expo bukukan Rp 110M

MAKASSAR, FAJAR -- Pameran properti dan produk BNI di Trans Studio Mal 5-13 November berhasil mencatat transaksi senilai Rp110 miliar.

Regional Sales Manager BNI Wilayah Makassar Jusran Buraera malam tadi, menyebutkan, nilai transaksi tersebut sudah mendekati target. "Penjualan cukup tinggi. Nilai transaksi KPR mencapai 110 miliar atau 73,3 persen dari target Rp150 miliar," kata Jusran.

Dia mengatakan, nilai transaksi yang terjadi di pameran bakal berlanjut setelah pameran. "Banyak pengunjung yang beru sebata melihat-lihat brosur dan lokasi rumah. Biasanya, setelah pameran, mereka melanjutkan dengan transaksi. Ini yang kita harapkan, tidak hanya transaksi langsung tetapi efek setelah pameran," jelasnya.

Selain berhasil melepas sejumlah rumah, BNI Gelegar Expo juga berhasil membukukan rekening BNI Taplus Anak sebanyak 550 rekening baru dengan nilai Rp600 juta. "Top up Taplus atau Taplus Bisnis mencapai Rp10 miliar," katanya.

Sementara itu, akuisisi kartu kredit selama pameran 560 aplikasi. Jumlah aplikasi ini, menunjukkan bahwa produk-produk BNI sangat diminati nasabah. "Ini adalah hasil yang sangat baik dan akan terus kita pacu," katanya.

Untuk transaksi resto dari promo kartu kredit BNI selama pameran mencapai Rp95,83 juta. "Artiniya, promo yang kita tawarkan melalui kartu kredit BNI juga mendapat respons yang sangat baik dari konsumen," jelasnya.

Pengunjung juga cukup meminati event hiburan yang dikemas selama pameran. Untuk penjualan tiket Kenny G misalnya, terjual sebanyak 48 tiket dengan nilai Rp35,5 juta. "Kita harapkan di masa-masa mendatang, pameran ini lebih menghasilkan transaksi langsung maupun efek penjualan baik pengembang maupun BNI setelah pameran," katanya. (id/upi)
MAKASSAR, FAJAR -- Pameran properti dan produk BNI di Trans Studio Mal 5-13 November berhasil mencatat transaksi senilai Rp110 miliar.

Regional Sales Manager BNI Wilayah Makassar Jusran Buraera malam tadi, menyebutkan, nilai transaksi tersebut sudah mendekati target. "Penjualan cukup tinggi. Nilai transaksi KPR mencapai 110 miliar atau 73,3 persen dari target Rp150 miliar," kata Jusran.

Dia mengatakan, nilai transaksi yang terjadi di pameran bakal berlanjut setelah pameran. "Banyak pengunjung yang beru sebata melihat-lihat brosur dan lokasi rumah. Biasanya, setelah pameran, mereka melanjutkan dengan transaksi. Ini yang kita harapkan, tidak hanya transaksi langsung tetapi efek setelah pameran," jelasnya.

Selain berhasil melepas sejumlah rumah, BNI Gelegar Expo juga berhasil membukukan rekening BNI Taplus Anak sebanyak 550 rekening baru dengan nilai Rp600 juta. "Top up Taplus atau Taplus Bisnis mencapai Rp10 miliar," katanya.

Sementara itu, akuisisi kartu kredit selama pameran 560 aplikasi. Jumlah aplikasi ini, menunjukkan bahwa produk-produk BNI sangat diminati nasabah. "Ini adalah hasil yang sangat baik dan akan terus kita pacu," katanya.

Untuk transaksi resto dari promo kartu kredit BNI selama pameran mencapai Rp95,83 juta. "Artiniya, promo yang kita tawarkan melalui kartu kredit BNI juga mendapat respons yang sangat baik dari konsumen," jelasnya.

Pengunjung juga cukup meminati event hiburan yang dikemas selama pameran. Untuk penjualan tiket Kenny G misalnya, terjual sebanyak 48 tiket dengan nilai Rp35,5 juta. "Kita harapkan di masa-masa mendatang, pameran ini lebih menghasilkan transaksi langsung maupun efek penjualan baik pengembang maupun BNI setelah pameran," katanya. (id/upi)

BNI Bantu Alat Sekolah Korban Banjir

Padang, Padek—PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk wilayah Padang menyalurkan bantuan sebesar Rp35 juta kepada korban bencana banjir bandang di Kenagarian Kambang, Kecamatan Lengayang dan Kanagarian Air Haji, Kanagarian Linggo Sari Baganti, Pesisir Selatan, Rabu (9/11).
Bantuan berupa beras 2 ton, alat-alat sekolah, alat-alat keperluan wanita dan kain sarung itu diserahkan Wakil Kepala Bagian Kredit BNI wilayah Padang Erisman.

Rombongan BNI itu bertemu Bupati Pessel Nasrul Abit di rumah dinas bupati di Painan. Dalam pembicaraan singkat itu, didapat informasi masih banyak para korban yang butuh bantuan, baik makanan, pakaian layak pakai, selimut dan lainnya termasuk alat-alat sekolah.  

”Kami cukup berterima kasih kepada BNI, karena ikut prihatin dengan kondisi yang dialami para korban banjir di Pessel, khususnya Kambang dan Air Haji. Dan bantuan yang diberikan itu bisa dimanfaatkan para korban banjir secara baik,” kata Nasrul Abit.    

Sementara Erisman menyebutkan, bantuan yang diberikan itu merupakan bentuk kepedulian BNI terhadap korban bencana dan tanggung jawab sosial perusahaan (Program BNI Peduli). ”Sedangkan dana dari penyediaan bantuan itu berasal dari Corporate Social Responsibility (CSR) BNI,” jelasnya kepada Padang Ekspres, di Painan, Rabu (9/11).

Humas BNI Wilayah Padang, Indra Wahyu menambahkan, bantuan tersebut merupakan tahap awal. Selanjutnya akan menyusul bantuan lagi.
”Saat ini kami sedang mengajukan proposal bantuan dana untuk para korban banjir di Pessel dan Pasaman Barat ke kantor BNI Pusat.
umlahnya mencapai Rp150 juta. Bila disetujui, maka dana itu akan diserahkan di dua tempat yakni Rp100 juta ke Pessel dan Rp50 juta ke Pasaman Barat,” kata Indra. (zil)
Padang, Padek—PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk wilayah Padang menyalurkan bantuan sebesar Rp35 juta kepada korban bencana banjir bandang di Kenagarian Kambang, Kecamatan Lengayang dan Kanagarian Air Haji, Kanagarian Linggo Sari Baganti, Pesisir Selatan, Rabu (9/11).
Bantuan berupa beras 2 ton, alat-alat sekolah, alat-alat keperluan wanita dan kain sarung itu diserahkan Wakil Kepala Bagian Kredit BNI wilayah Padang Erisman.

Rombongan BNI itu bertemu Bupati Pessel Nasrul Abit di rumah dinas bupati di Painan. Dalam pembicaraan singkat itu, didapat informasi masih banyak para korban yang butuh bantuan, baik makanan, pakaian layak pakai, selimut dan lainnya termasuk alat-alat sekolah.  

”Kami cukup berterima kasih kepada BNI, karena ikut prihatin dengan kondisi yang dialami para korban banjir di Pessel, khususnya Kambang dan Air Haji. Dan bantuan yang diberikan itu bisa dimanfaatkan para korban banjir secara baik,” kata Nasrul Abit.    

Sementara Erisman menyebutkan, bantuan yang diberikan itu merupakan bentuk kepedulian BNI terhadap korban bencana dan tanggung jawab sosial perusahaan (Program BNI Peduli). ”Sedangkan dana dari penyediaan bantuan itu berasal dari Corporate Social Responsibility (CSR) BNI,” jelasnya kepada Padang Ekspres, di Painan, Rabu (9/11).

Humas BNI Wilayah Padang, Indra Wahyu menambahkan, bantuan tersebut merupakan tahap awal. Selanjutnya akan menyusul bantuan lagi.
”Saat ini kami sedang mengajukan proposal bantuan dana untuk para korban banjir di Pessel dan Pasaman Barat ke kantor BNI Pusat.
umlahnya mencapai Rp150 juta. Bila disetujui, maka dana itu akan diserahkan di dua tempat yakni Rp100 juta ke Pessel dan Rp50 juta ke Pasaman Barat,” kata Indra. (zil)

BNI Kucurkan Rp 11 T untuk Jalan Tol

DetikCom 13/11/2011 - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) telah mengucurkan fasilitas kredit pembangunan jalan tol sebesar Rp 11,02 triliun hingga Oktober 2011.

Diantaranya BNI telah menyalurkan kredit kepada PT Trans Marga Jateng untuk mendukung pembangunan jalan tol ruas Semarang – Solo Tahap 1, terdiri dari Seksi 1 (Semarang - Ungaran) dan Seksi 2 (Ungaran – Bawen), sebesar Rp 668,8 miliar.

Demikian disampaikan Direktur Utama BNI, Gatot M Suwondo dalam siaran persnya di Jakarta, Minggu (13/11/2011).

"Jalan tol merupakan infrastruktur strategis yang memiliki efek multiplier dalam pembangunan ekonomi. BNI juga telah menetapkan sektor konstruksi dan tranportasi sebagai salah satu dari 8 sektor unggulan dalam fokus bisnisnya. Delapan sektor yang menjadi fokus bisnis BNI tersebut adalah agribisnis, komunikasi, kelistrikan, perdagangan besar dan eceran, minyak, gas dan pertambangan, konstruksi/transportasi, makanan – minuman, serta bahan kimia termasuk barang dari karet," papar Gatot.

Khusus untuk jalan tol ruas Semarang – Solo yang baru saja diresmikan, BNI bertindak sebagai coordinating arranger (agen fasilitas dan agen jaminan) sindikasi perbankan dalam memberikan fasilitas kredit untuk membiayai pembangunan jalan tol ini.

Sebagai coordinating arranger sindikasi, BNI memberikan komitmen pemberian fasilitas kredit sebesar Rp 1,61 triliun. Sedangkan fasilitas kredit dari anggota sindikasi adalah dari Bank Mandiri Rp 1,84 triliun, BRI Rp 1,15 triliun, dan Bank Jateng Rp 100 miliar.

"Fasilitas kredit jalan tol ini merupakan salah satu komitmen BNI dalam mendukung akselerasi pembangunan infrastruktur di Tanah Air," tutur Gatot.

Jalan tol ruas Smearang – Solo yang sepanjang 75,7 km ini memiliki nilai proyek sebesar Rp 6,83 triliun dengan sumber pembiayaan dari perbankan sebesar Rp 4,697 triliun dan sisanya dari self financing.

Pembangunan jalan tol ruas Semarang – Solo akan dibagi dalam 2 tahap dan 5 seksi. Tahap 1 terdiri dari Seksi 1 (Semarang – Ungaran sepanjang 14,1 km) dan Seksi 2 (Ungaran – Bawen sepanjang 8,11 km).

Tahap 2 terdiri dari Seksi 3 (Bawen – Salatiga sepanjang 20,91 km), Seksi 4 (Salatiga – Boyolali sepanjang 24,14 km), dan Seksi 5 (Boyolali – Solo sepanjang 8,41 km). PT Trans Marga Jateng merupakan perusahaan pemegang konsesi jalan tol ruas Semarang – Solo, sebagai perusahaan patungan antara PT Jasa Marga (60% saham) dan PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah, sebuah BUMD Pemda Jateng (40% saham).

Tahun ini, beberapa ruas jalan tol yang dibiayai oleh BNI juga telah diresmikan beroperasinya. Antara lain, jalan tol ruas Kanci – Pejagan (35 km) dengan pemilik konsesi PT Semesta Marga Raya dan BNI juga bertindak sebagai sindication lead. Kemudian jalan tol Surabaya – Mojokerto Seksi 1A (Waru – Sepanjang), dengan pemilik konsesi PT Marga Nujyasumo Agung dan BNI juga bertindak sebagai sindication lead.

(dru/dru)
DetikCom 13/11/2011 - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) telah mengucurkan fasilitas kredit pembangunan jalan tol sebesar Rp 11,02 triliun hingga Oktober 2011.

Diantaranya BNI telah menyalurkan kredit kepada PT Trans Marga Jateng untuk mendukung pembangunan jalan tol ruas Semarang – Solo Tahap 1, terdiri dari Seksi 1 (Semarang - Ungaran) dan Seksi 2 (Ungaran – Bawen), sebesar Rp 668,8 miliar.

Demikian disampaikan Direktur Utama BNI, Gatot M Suwondo dalam siaran persnya di Jakarta, Minggu (13/11/2011).

"Jalan tol merupakan infrastruktur strategis yang memiliki efek multiplier dalam pembangunan ekonomi. BNI juga telah menetapkan sektor konstruksi dan tranportasi sebagai salah satu dari 8 sektor unggulan dalam fokus bisnisnya. Delapan sektor yang menjadi fokus bisnis BNI tersebut adalah agribisnis, komunikasi, kelistrikan, perdagangan besar dan eceran, minyak, gas dan pertambangan, konstruksi/transportasi, makanan – minuman, serta bahan kimia termasuk barang dari karet," papar Gatot.

Khusus untuk jalan tol ruas Semarang – Solo yang baru saja diresmikan, BNI bertindak sebagai coordinating arranger (agen fasilitas dan agen jaminan) sindikasi perbankan dalam memberikan fasilitas kredit untuk membiayai pembangunan jalan tol ini.

Sebagai coordinating arranger sindikasi, BNI memberikan komitmen pemberian fasilitas kredit sebesar Rp 1,61 triliun. Sedangkan fasilitas kredit dari anggota sindikasi adalah dari Bank Mandiri Rp 1,84 triliun, BRI Rp 1,15 triliun, dan Bank Jateng Rp 100 miliar.

"Fasilitas kredit jalan tol ini merupakan salah satu komitmen BNI dalam mendukung akselerasi pembangunan infrastruktur di Tanah Air," tutur Gatot.

Jalan tol ruas Smearang – Solo yang sepanjang 75,7 km ini memiliki nilai proyek sebesar Rp 6,83 triliun dengan sumber pembiayaan dari perbankan sebesar Rp 4,697 triliun dan sisanya dari self financing.

Pembangunan jalan tol ruas Semarang – Solo akan dibagi dalam 2 tahap dan 5 seksi. Tahap 1 terdiri dari Seksi 1 (Semarang – Ungaran sepanjang 14,1 km) dan Seksi 2 (Ungaran – Bawen sepanjang 8,11 km).

Tahap 2 terdiri dari Seksi 3 (Bawen – Salatiga sepanjang 20,91 km), Seksi 4 (Salatiga – Boyolali sepanjang 24,14 km), dan Seksi 5 (Boyolali – Solo sepanjang 8,41 km). PT Trans Marga Jateng merupakan perusahaan pemegang konsesi jalan tol ruas Semarang – Solo, sebagai perusahaan patungan antara PT Jasa Marga (60% saham) dan PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah, sebuah BUMD Pemda Jateng (40% saham).

Tahun ini, beberapa ruas jalan tol yang dibiayai oleh BNI juga telah diresmikan beroperasinya. Antara lain, jalan tol ruas Kanci – Pejagan (35 km) dengan pemilik konsesi PT Semesta Marga Raya dan BNI juga bertindak sebagai sindication lead. Kemudian jalan tol Surabaya – Mojokerto Seksi 1A (Waru – Sepanjang), dengan pemilik konsesi PT Marga Nujyasumo Agung dan BNI juga bertindak sebagai sindication lead.

(dru/dru)

Layar46 Forums

Status Layar 46

 
2012 Layar46 | Blogger Templates for HostGator Coupon Code Sponsors: WooThemes Coupon Code, Rockable Press Discount Code