Website Lainnya

Total Tayangan

LAYANAN

* Akses Layar46 Versi Mobile di: http://bit.ly/mPp8D6 * Download Launcher Blackberry Layar46 di: http://bit.ly/n4BNfg

FAST RESPON

SAYA ADA UNTUK ANDA

layar46. Diberdayakan oleh Blogger.

BNI Denpasar genjot dana murah 72%

Bisnis Indonesia 25/09/2011: PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk kantor wilayah Denpasar menggenjot hingga 72,30% komposisi dana murah pada kelolaan dana pihak ketiga hingga akhir periode 2011.

Pemimpin wilayah BNI Denpasar Johnny Tampubolon mengatakan target dana kelolaan murah yang bersumber dari giro dan tabungan akan terus digenjot hingga akhir semester II/2011. Saat ini, tercatat komposisi dana murah sudah mencapai 71,70%.

"Pada tingginya porsi dana murah, perbankan negara akan dapat berupaya lebih untuk pembiayaan infrastruktur," katanya kepada Bisnis, akhir pekan lalu.

Per Agustus 2011, porsi kelolaan dana pihak ketiga BNI wilayah Denpasar tercatat sebanyak Rp7,70 triliun dari target Rp8,25 triliun.

Selain dapat memperlancar pembiayaan negara, tingginya porsi dana murah dipastikan perusahaan dapat menekan biaya. "Serta menaikkan bargain pada lending rate."

Pada penyaluran kredit wilayahnya di Provinsi Bali dan Nusa Tenggara, kata dia, tercatat sebesar Rp3,40 triliun atau 93,66% pada semester I/2011, kurang dari target semester yang mencapai Rp3,63 triliun.

Pada laporan kinerja BNI Denpasar beberapa waktu lalu, kredit konsumsi menempati angka tertinggi dengan Rp1,36 triliun atau naik 40,64% dibanding periode yang sama 2010 dan diikuti oleh kredit usaha kecil seebesar Rp1,26 triliun yang naik 12,04% dibanding semester I/2010. Adapun pada pemenuhan kredit, perusahaan perbankan yang didirikan pada 1946 ini menyalurkan kredit menengah sebanyak Rp785 miliar.

Namun secara keseluruhan, kredit yang disalurkan mengalami kenaikan sebanyak 22,87% dibanding periode semester I/2010 yang hanya menyalurkan kredit sebanyak Rp2,77 triliun. "Pada semester II/2011 perseroan akan menggenjot kredit di sektor usaha kecil dan menengah/UKM dengan maksial plafon Rp100 miliar," kata Johnny. (21/tw)
Bisnis Indonesia 25/09/2011: PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk kantor wilayah Denpasar menggenjot hingga 72,30% komposisi dana murah pada kelolaan dana pihak ketiga hingga akhir periode 2011.

Pemimpin wilayah BNI Denpasar Johnny Tampubolon mengatakan target dana kelolaan murah yang bersumber dari giro dan tabungan akan terus digenjot hingga akhir semester II/2011. Saat ini, tercatat komposisi dana murah sudah mencapai 71,70%.

"Pada tingginya porsi dana murah, perbankan negara akan dapat berupaya lebih untuk pembiayaan infrastruktur," katanya kepada Bisnis, akhir pekan lalu.

Per Agustus 2011, porsi kelolaan dana pihak ketiga BNI wilayah Denpasar tercatat sebanyak Rp7,70 triliun dari target Rp8,25 triliun.

Selain dapat memperlancar pembiayaan negara, tingginya porsi dana murah dipastikan perusahaan dapat menekan biaya. "Serta menaikkan bargain pada lending rate."

Pada penyaluran kredit wilayahnya di Provinsi Bali dan Nusa Tenggara, kata dia, tercatat sebesar Rp3,40 triliun atau 93,66% pada semester I/2011, kurang dari target semester yang mencapai Rp3,63 triliun.

Pada laporan kinerja BNI Denpasar beberapa waktu lalu, kredit konsumsi menempati angka tertinggi dengan Rp1,36 triliun atau naik 40,64% dibanding periode yang sama 2010 dan diikuti oleh kredit usaha kecil seebesar Rp1,26 triliun yang naik 12,04% dibanding semester I/2010. Adapun pada pemenuhan kredit, perusahaan perbankan yang didirikan pada 1946 ini menyalurkan kredit menengah sebanyak Rp785 miliar.

Namun secara keseluruhan, kredit yang disalurkan mengalami kenaikan sebanyak 22,87% dibanding periode semester I/2010 yang hanya menyalurkan kredit sebanyak Rp2,77 triliun. "Pada semester II/2011 perseroan akan menggenjot kredit di sektor usaha kecil dan menengah/UKM dengan maksial plafon Rp100 miliar," kata Johnny. (21/tw)

Kredit BNI Wilayah Semarang tumbuh 12,53%

Bisnis Jateng, 21/09/2011: Kantor Wilayah Bank Negara Indonesia Semarang selama semester I/2011 mampu mencatat pertumbuhan kinerja kreditnya sebesar 12,53% menjadi Rp6,91 triliun, dibanding periode yang sama tahun sebelumnya hanya senilai Rp6,14 triliun.
Pemimpin BNI Wilayah Semarang Bambang Kuncoro mengatakan sepanjang semester 1/2011 ada pertumbuhan sebesar 12,53% pada penyaluran kredit perusahaan, yang sebagian besar disalurkan kepada pembiayaan produktif.
“Total penyalurkan kredit semester I/2011 sebesar Rp6,91 triliun (outstanding) dan tercatat untuk kredit produktif mencapai sebesar Rp5,531 triliun, sedangkan kredit konsumtif terealisasi senilai Rp1,377 trliun,” ujarnya, kemarin.
Untuk kredit konsumer, lanjutnya, kredit pemilikan rumah (KPR) dengan produk BNI Griya merupakan porsi terbesar dari kredit konsumer BNI dan hingga semster I ini nilainya telah mencapai Rp1,4 triliun.
Bank dengan logo 46, yakni PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) juga mampu menghimpun dana pihak ketiga (DPK) melalui berbagai produknya hingga sebesar Rp12,001 triliun pada semester 1 tahun ini dan tercatat tabungan paling menonjol mencapai  sebesar Rp5,888 triliun, Giro senilai Rp2,194 triliun serta Deposito sebesar Rp2,840 triliun.
Menurut Bambang, pertumbuhan kredit tersebut, karena didorong oleh meningkatnya porsi kredit produktif konsumer yang tumbuh 4,9% dari Rp5,273 triliun menjadi Rp5,531 triliun pada Semester I, begigu juya kredit konsumtif naik 52,7% menjadi Rp1,377 triliun dari sebelumnya hanya Rp902 miliar.
Dia menjelaskan kinerja tersebut juga ditopang oleh segmen usaha kecil dan menengah (UKM) dengan penyaluran untuk progam kredit usaha rakyat (KUR) mencapai sebesar Rp867 miliar dari yang ditargetkan hingga Desember mendatang senilai Rp944 miliar.
Selain itu, lanjutnya, Kanwil BNI Semarang juga berupaya memperkuat pasar ritel dan semakin agresif menggarap UMKM, dengan mempeluar jaringan kantor unit layanan serta menambah fasilitas ATM di berbagai daerah.
Kanwil BNI Semarang memiliki cakupan wilayah Jateng dan DIY, meliputi Semarang, Purwokerto, Pekalongan, Solo, Pati, Kudus, Magelang dan Yogyakarta. “Saat ini total kantor mencapai120 unit,” tutur Bambang.
Dia memaparkan kantor sebanyak itu terdiri 17 kantor cabang utama, 95 unit kantor layanan dan delapan unit kantor kas.
Sementara, fasilitas Anjungan Tunai Mandiri (ATM) juga akan terus ditambah dan saat ini sudah terpasang sebanyak 544 unit ada penambahanan 106 ATM termasuk Cash Deposito Machine (CDM), tercatat 10 unit di antaranya sudah beroperasi serta selebihnya 96 unit dalam proses.
Bambang mengatakan keseluruhan dana BNI Kanwil Semarang mengalami peningkatan 9,89% menjadi sebesar Rp12 triliun pada semester I/2001 dari sebelumnya hanya Rp6,91 triliun periode yang sama tahun lalu. (rsj)
Bisnis Jateng, 21/09/2011: Kantor Wilayah Bank Negara Indonesia Semarang selama semester I/2011 mampu mencatat pertumbuhan kinerja kreditnya sebesar 12,53% menjadi Rp6,91 triliun, dibanding periode yang sama tahun sebelumnya hanya senilai Rp6,14 triliun.
Pemimpin BNI Wilayah Semarang Bambang Kuncoro mengatakan sepanjang semester 1/2011 ada pertumbuhan sebesar 12,53% pada penyaluran kredit perusahaan, yang sebagian besar disalurkan kepada pembiayaan produktif.
“Total penyalurkan kredit semester I/2011 sebesar Rp6,91 triliun (outstanding) dan tercatat untuk kredit produktif mencapai sebesar Rp5,531 triliun, sedangkan kredit konsumtif terealisasi senilai Rp1,377 trliun,” ujarnya, kemarin.
Untuk kredit konsumer, lanjutnya, kredit pemilikan rumah (KPR) dengan produk BNI Griya merupakan porsi terbesar dari kredit konsumer BNI dan hingga semster I ini nilainya telah mencapai Rp1,4 triliun.
Bank dengan logo 46, yakni PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) juga mampu menghimpun dana pihak ketiga (DPK) melalui berbagai produknya hingga sebesar Rp12,001 triliun pada semester 1 tahun ini dan tercatat tabungan paling menonjol mencapai  sebesar Rp5,888 triliun, Giro senilai Rp2,194 triliun serta Deposito sebesar Rp2,840 triliun.
Menurut Bambang, pertumbuhan kredit tersebut, karena didorong oleh meningkatnya porsi kredit produktif konsumer yang tumbuh 4,9% dari Rp5,273 triliun menjadi Rp5,531 triliun pada Semester I, begigu juya kredit konsumtif naik 52,7% menjadi Rp1,377 triliun dari sebelumnya hanya Rp902 miliar.
Dia menjelaskan kinerja tersebut juga ditopang oleh segmen usaha kecil dan menengah (UKM) dengan penyaluran untuk progam kredit usaha rakyat (KUR) mencapai sebesar Rp867 miliar dari yang ditargetkan hingga Desember mendatang senilai Rp944 miliar.
Selain itu, lanjutnya, Kanwil BNI Semarang juga berupaya memperkuat pasar ritel dan semakin agresif menggarap UMKM, dengan mempeluar jaringan kantor unit layanan serta menambah fasilitas ATM di berbagai daerah.
Kanwil BNI Semarang memiliki cakupan wilayah Jateng dan DIY, meliputi Semarang, Purwokerto, Pekalongan, Solo, Pati, Kudus, Magelang dan Yogyakarta. “Saat ini total kantor mencapai120 unit,” tutur Bambang.
Dia memaparkan kantor sebanyak itu terdiri 17 kantor cabang utama, 95 unit kantor layanan dan delapan unit kantor kas.
Sementara, fasilitas Anjungan Tunai Mandiri (ATM) juga akan terus ditambah dan saat ini sudah terpasang sebanyak 544 unit ada penambahanan 106 ATM termasuk Cash Deposito Machine (CDM), tercatat 10 unit di antaranya sudah beroperasi serta selebihnya 96 unit dalam proses.
Bambang mengatakan keseluruhan dana BNI Kanwil Semarang mengalami peningkatan 9,89% menjadi sebesar Rp12 triliun pada semester I/2001 dari sebelumnya hanya Rp6,91 triliun periode yang sama tahun lalu. (rsj)

BNI Tangani Penjualan Gas Blok Mahakam US$ 18 Miliar

Jakarta, Detikcom - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) ditunjuk sebagai trustee and paying agent oleh kontraktor LNG dan LPG Blok Mahakam yaitu PT Pertamina (persero), Total E&P Indonesie (Total) dan Inpex Corporation (Inpex). Adapun perkiraan nilai kontrak penjualannya mencapai US$ 18 miliar untuk masa kontrak 10 tahun ke depan.

Untuk tahap awal sebagai trustee and paying agent oleh kontraktor LNG dan LPG Blok Mahakam, BNI mengincar pengelolaan nilai kontrak sekitar US$ 3 miliar.

Penunjukkan tersebut ditandai dengan penandatanganan surat oleh Direktor Keuangan Pertamina M. Afdal Bahaudin, Presiden Direktur dan General Manager Total E&P Elizabeth Proust dan Indonesia Assets Director Inpex Yutaka Inoue dan Direktur Utama BNI Gatot M. Suwondo, dan disaksikan Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) R. Priyono di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (21/9/2011).

"Penandatanganan trustee dan paying agent untuk kontrak-kontrak Mahakam yang dilakukan antara Pertamina, Total, Inpex dengan BNI merupakan hal yang pertama kali terjadi dalam sejarah industri perbankan Indonesia. Sebelumnya, perbankan nasional hampir tidak terlibat dalam kegiatan hulu migas," ujar Priyono dalam siaran persnya.

Dirut BNI Gatot Suwondo mengatakan penunjukkan BNI melalui BNI Cabang Singapura sebagai satu-satunya bank nasional yang memiliki izin operasi full branch licensed sehingga dapat memberikan pelayanan trustee and paying agent kontrak-kontrak liquefied natural gas (LNG) dan liquefied petroleum gas (LPG).

"Penunjukkan ini juga menjadi bukti komitmen BNI dalam mendukung pengembangan industri minyak dan gas sebagai aset bangsa yang dioptimalkan manfaatnya oleh bangsa sendiri," kata Gatot.

Ia menambahkan, sebelumnya, BNI juga telah ditunjuk dan menjadi mitra kontraktor LNG dan LPG, seperti Pertamina, Total E&P, dan Inpex dalam penyediaan layanan perbankan.

Untuk tahap awal sebagai trustee and paying agent oleh kontraktor LNG dan LPG Blok Mahakam, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) mengincar pengelolaan nilai kontrak sekitar US$ 3 miliar.

"Kita bertahap saja, setahun mungkin bisa US$ 3 miliar dulu. Untuk tahun 2011 ini US$ 200 juta sampai US$ 300 juta sudah bagus," ujar Gatot.

Pemilihan BNI Cabang Singapura sendiri dilakukan karena di Indonesia belum ada hukum yang mengatur soal trustee and paying agent.

"Ide trustee, di kita belum ada bye law-nya. Makanya kita buka di Singapura. Kita satu-satunya bank yang mengelola trustee business. Karena sebelumnya banyak bank asing yang kelola," tandas Gatot.

Ia menambahkan, untuk tahap awal perseroan masih fokus dalam menjalankan fungsi utamanya sebagai pengelola kontrak. Namun ke depan, lanjutnya, tidak menutup kemungkinan bisa melakukan pembiayaan juga.

(dru/dnl)
Jakarta, Detikcom - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) ditunjuk sebagai trustee and paying agent oleh kontraktor LNG dan LPG Blok Mahakam yaitu PT Pertamina (persero), Total E&P Indonesie (Total) dan Inpex Corporation (Inpex). Adapun perkiraan nilai kontrak penjualannya mencapai US$ 18 miliar untuk masa kontrak 10 tahun ke depan.

Untuk tahap awal sebagai trustee and paying agent oleh kontraktor LNG dan LPG Blok Mahakam, BNI mengincar pengelolaan nilai kontrak sekitar US$ 3 miliar.

Penunjukkan tersebut ditandai dengan penandatanganan surat oleh Direktor Keuangan Pertamina M. Afdal Bahaudin, Presiden Direktur dan General Manager Total E&P Elizabeth Proust dan Indonesia Assets Director Inpex Yutaka Inoue dan Direktur Utama BNI Gatot M. Suwondo, dan disaksikan Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) R. Priyono di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (21/9/2011).

"Penandatanganan trustee dan paying agent untuk kontrak-kontrak Mahakam yang dilakukan antara Pertamina, Total, Inpex dengan BNI merupakan hal yang pertama kali terjadi dalam sejarah industri perbankan Indonesia. Sebelumnya, perbankan nasional hampir tidak terlibat dalam kegiatan hulu migas," ujar Priyono dalam siaran persnya.

Dirut BNI Gatot Suwondo mengatakan penunjukkan BNI melalui BNI Cabang Singapura sebagai satu-satunya bank nasional yang memiliki izin operasi full branch licensed sehingga dapat memberikan pelayanan trustee and paying agent kontrak-kontrak liquefied natural gas (LNG) dan liquefied petroleum gas (LPG).

"Penunjukkan ini juga menjadi bukti komitmen BNI dalam mendukung pengembangan industri minyak dan gas sebagai aset bangsa yang dioptimalkan manfaatnya oleh bangsa sendiri," kata Gatot.

Ia menambahkan, sebelumnya, BNI juga telah ditunjuk dan menjadi mitra kontraktor LNG dan LPG, seperti Pertamina, Total E&P, dan Inpex dalam penyediaan layanan perbankan.

Untuk tahap awal sebagai trustee and paying agent oleh kontraktor LNG dan LPG Blok Mahakam, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) mengincar pengelolaan nilai kontrak sekitar US$ 3 miliar.

"Kita bertahap saja, setahun mungkin bisa US$ 3 miliar dulu. Untuk tahun 2011 ini US$ 200 juta sampai US$ 300 juta sudah bagus," ujar Gatot.

Pemilihan BNI Cabang Singapura sendiri dilakukan karena di Indonesia belum ada hukum yang mengatur soal trustee and paying agent.

"Ide trustee, di kita belum ada bye law-nya. Makanya kita buka di Singapura. Kita satu-satunya bank yang mengelola trustee business. Karena sebelumnya banyak bank asing yang kelola," tandas Gatot.

Ia menambahkan, untuk tahap awal perseroan masih fokus dalam menjalankan fungsi utamanya sebagai pengelola kontrak. Namun ke depan, lanjutnya, tidak menutup kemungkinan bisa melakukan pembiayaan juga.

(dru/dnl)

BNI Kucurkan Pinjaman USD 219,785juta ke PTBA

Jakarta - PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) melalui anak usahanya, PT Bukit Pembangkit Innovative (BPI), mendapatkan pinjaman dari PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) senilai US$ 219,785 juta.

Menurut Sekretaris Perusahaan PTBA Achmad Sudarto, uang sebanyak itu akan digunakan untuk mendanai pembangunan PLTU Mulut Tambang Banjarsari 2x110 MW di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, oleh anak usahanya yang 59,75% sahamnya dimiliki perseroan itu.

"Kontraktor Engineering Procurement and Construction (EPC) PLTU Banjarsari adalah China National Electric Engineering Co. Ltd. (CNEEC), kontraktor EPC PLTU terkemuka dari China," katanya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (16/9/2011).

Sementara, Kontraktor EPC pembangunan jaringan transmisi dari PLTU Banjarsari ke Gardu Induk Lahat, sepanjang 24 km, adalah PT Citacontrac yang telah berpengalaman menangani pembangunan saluran transmisi di Indonesia.

"Dengan pencapaian diatas, pembangu
Jakarta - PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) melalui anak usahanya, PT Bukit Pembangkit Innovative (BPI), mendapatkan pinjaman dari PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) senilai US$ 219,785 juta.

Menurut Sekretaris Perusahaan PTBA Achmad Sudarto, uang sebanyak itu akan digunakan untuk mendanai pembangunan PLTU Mulut Tambang Banjarsari 2x110 MW di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, oleh anak usahanya yang 59,75% sahamnya dimiliki perseroan itu.

"Kontraktor Engineering Procurement and Construction (EPC) PLTU Banjarsari adalah China National Electric Engineering Co. Ltd. (CNEEC), kontraktor EPC PLTU terkemuka dari China," katanya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (16/9/2011).

Sementara, Kontraktor EPC pembangunan jaringan transmisi dari PLTU Banjarsari ke Gardu Induk Lahat, sepanjang 24 km, adalah PT Citacontrac yang telah berpengalaman menangani pembangunan saluran transmisi di Indonesia.

"Dengan pencapaian diatas, pembangu

BNI Akan bangun Hutan kota di Solo

SOLO, KOMPAS.com -  PT Bank Negara Indonesia (BNI) menjanjikan akan membangun hutan kota di kawasan Stadion Manahan, Solo melalui dana corporate social responsibility (CSR).

Pembangunan hutan kota akan dimulai paling lambat 1 Desember 2011 dan diproyeksikan selesai dalam waktu setahun.
Hal ini dikatakan Pemimpin Wilayah BNI Kantor Wilayah Semarang Bambang Kuncoro usai penandatanganan nota kesepahaman antara BNI dan Pemerintah Kota Solo di Loji Gandrung, rumah dinas wali kota Solo, Selasa (13/9/2011).
Penandantanganan dilakukan antara Bambang dan Wali Kota Solo Joko Widodo. Menurut Bambang Kuncoro, pihaknya akan menanam berbagai jenis pohon di Manahan, terutama jenis tanaman langka seperti pohon lerak dan pohon kanthil.
Joko Widodo berharap hutan kota yang akan dibangun di Solo ti dak kalah dari Botanical Garden di Singapura. Hutan kota ini, menurut Jokowi, nantinya juga akan berfungsi sebagai ruang publik, tempat rekreasi gratis, dan serapan air. 
SOLO, KOMPAS.com -  PT Bank Negara Indonesia (BNI) menjanjikan akan membangun hutan kota di kawasan Stadion Manahan, Solo melalui dana corporate social responsibility (CSR).

Pembangunan hutan kota akan dimulai paling lambat 1 Desember 2011 dan diproyeksikan selesai dalam waktu setahun.
Hal ini dikatakan Pemimpin Wilayah BNI Kantor Wilayah Semarang Bambang Kuncoro usai penandatanganan nota kesepahaman antara BNI dan Pemerintah Kota Solo di Loji Gandrung, rumah dinas wali kota Solo, Selasa (13/9/2011).
Penandantanganan dilakukan antara Bambang dan Wali Kota Solo Joko Widodo. Menurut Bambang Kuncoro, pihaknya akan menanam berbagai jenis pohon di Manahan, terutama jenis tanaman langka seperti pohon lerak dan pohon kanthil.
Joko Widodo berharap hutan kota yang akan dibangun di Solo ti dak kalah dari Botanical Garden di Singapura. Hutan kota ini, menurut Jokowi, nantinya juga akan berfungsi sebagai ruang publik, tempat rekreasi gratis, dan serapan air. 

BNI Raih Penghargaan The Best Trade Finance Bank

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Negara Indonesia (persero) Tbk kembali memperoleh penghargaan sebagai the Best Trade Finance Bank in Indonesia dari Alpha Southeast Asia, institutional investment magazine yang berkantor pusat di Hongkong.
Pernghargaan serupa pernah diterima BNI tahun lalu. Direktur Treasuri dan Financial Institution BNI Adi Setianto di Jakarta, Senin (12/9/2011) menyampaikan, penghargaan ini merupakan bukti komitmen BNI dalam memberikan nilai tambah bagi nasabah. "Terutama, nasabah institusi dalam layanan trade finance," kata Adi.
Faktor yang mendukung layanan trade finance BNI, kata Adi, adalah jaringan yang luas dengan 1.200 outlet di dalam negeri, 5 cabang di dalam negeri, 197 pusat pengumpul dokumen, dan lebih dari 1.400 bank koresponden.
"Ditambah lagi. Adanya penanganan transaksi trade finance secara prudent dan mitigasi risiko yang terintegrasi dan komprehensif," tambah Adi.
Hingga semester I-2011, BNI memegang 26 persen pangsa pasar transaksi ekspor-impor Indonesia. Transaksi trade finance BNI didominasi sektor korporasi
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Negara Indonesia (persero) Tbk kembali memperoleh penghargaan sebagai the Best Trade Finance Bank in Indonesia dari Alpha Southeast Asia, institutional investment magazine yang berkantor pusat di Hongkong.
Pernghargaan serupa pernah diterima BNI tahun lalu. Direktur Treasuri dan Financial Institution BNI Adi Setianto di Jakarta, Senin (12/9/2011) menyampaikan, penghargaan ini merupakan bukti komitmen BNI dalam memberikan nilai tambah bagi nasabah. "Terutama, nasabah institusi dalam layanan trade finance," kata Adi.
Faktor yang mendukung layanan trade finance BNI, kata Adi, adalah jaringan yang luas dengan 1.200 outlet di dalam negeri, 5 cabang di dalam negeri, 197 pusat pengumpul dokumen, dan lebih dari 1.400 bank koresponden.
"Ditambah lagi. Adanya penanganan transaksi trade finance secara prudent dan mitigasi risiko yang terintegrasi dan komprehensif," tambah Adi.
Hingga semester I-2011, BNI memegang 26 persen pangsa pasar transaksi ekspor-impor Indonesia. Transaksi trade finance BNI didominasi sektor korporasi

ATM BNI Bekasi dicuri, Rp 399juta melayang

Jakarta, via Detikcom Senin 12/09/2011 - Sebuah mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank BNI 46 di Arena Olahraga Kresna Pratama, Jl Sangata Blok I, Kelurahan Jatiwaringin, Pondok Gede, Kota Bekasi dicuri kawanan maling. Pelaku diperkirakan berjumlah lima orang dan berhasil membawa duit Rp 339 juta di dalam ATM.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Baharudin Djafar saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut.

"Betul, dan sekarang ditangani oleh Polres Bekasi Kota," kata Baharudin kepada wartawan di Jakarta, Senin (12/9/2011).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pencurian ATM terjadi Senin dinihari tadi sekitar pukul 03.00 WIB. Para pelaku sempat menyekap satpam bernama Sumaryo di lokasi.

Ketika para pelaku datang, Sumaryo, disekap dan berteriak minta tolong. Teriakan tersebut didengar warga yang kemudian menolongnya melepas ikatan lakbat di tangan, mulut dan kakinya.

Menurut keterangan Sumaryo, saat kejadian ia sedang tidur, kemudian mendengar suara orang berjalan. Tiba-tiba, ada 5 orang membangunkannya langsung menodong kemudian menyekapnya. Pelaku kemudian mengambil kunci gerbang lalu memasukan mobil ke dalam.

Lantas mereka merusak pintu mesin ATM BNI 46 dengan alat las, selanjutnya mewarnai kamera CCTV yang ada dengan cat pilox. Pelaku akhirnya berhasil membawa kabur uang Rp 339 juta.

Menurut keterangan Satpam, pelaku diketahui menggunakan penutup wajah tiga orang, dan menggunakan topi dua orang.

Tim identifikasi dari Polresta Bekasi Kota yang datang ke lokasi melakukan olah TKP. Sejumlah saksi dimintai keterangan dalam peristiwa itu.

(mei/mad)
Jakarta, via Detikcom Senin 12/09/2011 - Sebuah mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank BNI 46 di Arena Olahraga Kresna Pratama, Jl Sangata Blok I, Kelurahan Jatiwaringin, Pondok Gede, Kota Bekasi dicuri kawanan maling. Pelaku diperkirakan berjumlah lima orang dan berhasil membawa duit Rp 339 juta di dalam ATM.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Baharudin Djafar saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut.

"Betul, dan sekarang ditangani oleh Polres Bekasi Kota," kata Baharudin kepada wartawan di Jakarta, Senin (12/9/2011).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pencurian ATM terjadi Senin dinihari tadi sekitar pukul 03.00 WIB. Para pelaku sempat menyekap satpam bernama Sumaryo di lokasi.

Ketika para pelaku datang, Sumaryo, disekap dan berteriak minta tolong. Teriakan tersebut didengar warga yang kemudian menolongnya melepas ikatan lakbat di tangan, mulut dan kakinya.

Menurut keterangan Sumaryo, saat kejadian ia sedang tidur, kemudian mendengar suara orang berjalan. Tiba-tiba, ada 5 orang membangunkannya langsung menodong kemudian menyekapnya. Pelaku kemudian mengambil kunci gerbang lalu memasukan mobil ke dalam.

Lantas mereka merusak pintu mesin ATM BNI 46 dengan alat las, selanjutnya mewarnai kamera CCTV yang ada dengan cat pilox. Pelaku akhirnya berhasil membawa kabur uang Rp 339 juta.

Menurut keterangan Satpam, pelaku diketahui menggunakan penutup wajah tiga orang, dan menggunakan topi dua orang.

Tim identifikasi dari Polresta Bekasi Kota yang datang ke lokasi melakukan olah TKP. Sejumlah saksi dimintai keterangan dalam peristiwa itu.

(mei/mad)

Layar46 Forums

Status Layar 46

 
2012 Layar46 | Blogger Templates for HostGator Coupon Code Sponsors: WooThemes Coupon Code, Rockable Press Discount Code