TEMPO.CO, Jakarta - General Manager Divisi Bisnis Kartu Kredit Bank Negara Indonesia, Dodit Wiweko Probojakti, mengungkapkan e-money untuk kereta Jakarta Commuter Line masih dalam pembicaraan.
"Kami masih bernegosiasi dengan PT Kereta Api Indonesia," ujar Dodit usai menghadiri acara peluncuran interkoneksi jaringan anjungan tunai mandiri (ATM) Bank Mandiri dan Bank Central Asia, Senin, 16 Januari 2012.
PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) akan menerapkan tiket elektronik (e-ticketing) untuk KRL Commuter Line (CL). Kartu tersebut bakal dijual di stasiun-stasiun dan isi ulang dapat dilayani di lima bank, yakni BNI, Bank Mandiri, BRI, Bank DKI, dan Bank BCA.
Dodit mengungkapkan, investasi untuk realisasi e-ticketing nantinya akan dilakukan bersama, termasuk infrastruktur yang dinilainya belum cukup. Namun, ia optimistis penyelenggaraan kartu elektronik dapat terlaksana tahun ini. "Kira-kira bisa 2012," ujarnya.
BNI sendiri tahun lalu telah mengoperasikan sistem uang elektronik pada kereta api Prambanan Ekpres (Pramex) jurusan Solo-Yogyakarta dengan BNI Smart Card.
Dodit mengungkapkan, kerja sama penerbitan e-money bagi sektor transportasi diharapkan dapat mendorong pendapatan non-bunga (fee based income). Pada 2011, pertumbuhan fee based income BNI mencapai 30 persen dengan porsi terbesar dari transaksi kartu kredit.
0 komentar:
Posting Komentar