Website Lainnya

Total Tayangan

LAYANAN

* Akses Layar46 Versi Mobile di: http://bit.ly/mPp8D6 * Download Launcher Blackberry Layar46 di: http://bit.ly/n4BNfg

FAST RESPON

SAYA ADA UNTUK ANDA

layar46. Diberdayakan oleh Blogger.

BNI Gelar Seminar Feng Shui

BANJARMASINPOST.CO.ID, SINTANG 12/11/2011 - Bank Nasional Indonesia (BNI) Cabang Sintang, menggelar seminar Feng Shui, Kamis malam (10/11/2011) di Aula Hotel Sakura Sintang, Jalan M.T Haryono.

Acara seminar itu dihadiri Bupati Sintang, Milton Crosby, pimpinan BNI Kalimantan serta para nasabah BNI Sintang yang sebagian besar berasal dari etnis Tionghoa.
Linda Kusuma Kho, seorang ahli Feng Shui dari Salatiga, Jawa Tengah, dihadirkan sebagai pembicara dalam seminar yang dihadiri oleh sekitar 100 orang nasabah.

Selain menjadi konsultan terkait masalah Feng Shu, selama ini Linda Kho juga aktif menjadi penulis di rublik khusus Feng Shui di Kompas.com.
Dalam materi yang disampaikan Linda Kho sekitar tiga jam mulai dari pukul 20.00 WIB hingga 22.00 WIB.
Linda lebih banyak memberikan panduan kepada nasabah yang hadir terkait penataan rumah tempat tinggal, kantor dan tempat usaha lainya sehingga tidak menyalahi ketentuan yang berlaku.

"Saya bisa memberikan materi tentang Feng Shui ini bukan karena belajar secara otodidak, tapi karena saya memang menempuh pendidikan terkait Feng Shui. Bukan hanya sekedar kepercayaan masyarakat Cina, Feng Shui ini juga memberikan rambu-rambu tentang bagaimana menata ruangan yang kita gunakan secara permanen," katanya.

Dirinya mencontohkan jika membuat rumah, maka diminta untuk tidak memasang tiang bendera persis di depan pintu masuk. Karena energi negatif dari keberadaan tiang tersebut akan sangat tidak baik bagi kehidupan. Begitu juga dengan pintu masuk berhadapan dengan bagian tepi bangunan lain, dan pohon-pohon yang tepat berada di depan pintu masuk.
"Dipercaya atau tidak, memang keberadaan benda-benda tersebut sangat tidak baik jika tidak dihindari. Karena energi negatif yang keluar dari benda-benda yang harus dihindari tersebut berimbas kurang baik, dan harus ada upaya untuk menghindarinya agar kehidupan kita tetap tenang serta sukses," tandasnya.

Linda juga terkenang pada seorang klienya di Banjarmasin beberapa waktu silam, yang hanya karena penataan kamar tidur yang menyalahi apa yang dilarang dalam Feng Shui meninggal dunia dalam waktu yang masih terbilang muda, dan setelah dilakukan pengecekan ternyata ada bagian rumah yang harus dirubah.

Kegiatan yang berlangsung santai tersebut mendapat antusiasme dari nasabah yang hadir, Linda Kho juga sempat menjawab berbagai pertanyaan yang disampaikan oleh peserta seminar.
Selain seminar, acara juga diramaikan dengan lelang nomor rekening cantik yang sudah dipilih langsung oleh ahli Feng Shui, Linda Kusuma Kho.
BANJARMASINPOST.CO.ID, SINTANG 12/11/2011 - Bank Nasional Indonesia (BNI) Cabang Sintang, menggelar seminar Feng Shui, Kamis malam (10/11/2011) di Aula Hotel Sakura Sintang, Jalan M.T Haryono.

Acara seminar itu dihadiri Bupati Sintang, Milton Crosby, pimpinan BNI Kalimantan serta para nasabah BNI Sintang yang sebagian besar berasal dari etnis Tionghoa.
Linda Kusuma Kho, seorang ahli Feng Shui dari Salatiga, Jawa Tengah, dihadirkan sebagai pembicara dalam seminar yang dihadiri oleh sekitar 100 orang nasabah.

Selain menjadi konsultan terkait masalah Feng Shu, selama ini Linda Kho juga aktif menjadi penulis di rublik khusus Feng Shui di Kompas.com.
Dalam materi yang disampaikan Linda Kho sekitar tiga jam mulai dari pukul 20.00 WIB hingga 22.00 WIB.
Linda lebih banyak memberikan panduan kepada nasabah yang hadir terkait penataan rumah tempat tinggal, kantor dan tempat usaha lainya sehingga tidak menyalahi ketentuan yang berlaku.

"Saya bisa memberikan materi tentang Feng Shui ini bukan karena belajar secara otodidak, tapi karena saya memang menempuh pendidikan terkait Feng Shui. Bukan hanya sekedar kepercayaan masyarakat Cina, Feng Shui ini juga memberikan rambu-rambu tentang bagaimana menata ruangan yang kita gunakan secara permanen," katanya.

Dirinya mencontohkan jika membuat rumah, maka diminta untuk tidak memasang tiang bendera persis di depan pintu masuk. Karena energi negatif dari keberadaan tiang tersebut akan sangat tidak baik bagi kehidupan. Begitu juga dengan pintu masuk berhadapan dengan bagian tepi bangunan lain, dan pohon-pohon yang tepat berada di depan pintu masuk.
"Dipercaya atau tidak, memang keberadaan benda-benda tersebut sangat tidak baik jika tidak dihindari. Karena energi negatif yang keluar dari benda-benda yang harus dihindari tersebut berimbas kurang baik, dan harus ada upaya untuk menghindarinya agar kehidupan kita tetap tenang serta sukses," tandasnya.

Linda juga terkenang pada seorang klienya di Banjarmasin beberapa waktu silam, yang hanya karena penataan kamar tidur yang menyalahi apa yang dilarang dalam Feng Shui meninggal dunia dalam waktu yang masih terbilang muda, dan setelah dilakukan pengecekan ternyata ada bagian rumah yang harus dirubah.

Kegiatan yang berlangsung santai tersebut mendapat antusiasme dari nasabah yang hadir, Linda Kho juga sempat menjawab berbagai pertanyaan yang disampaikan oleh peserta seminar.
Selain seminar, acara juga diramaikan dengan lelang nomor rekening cantik yang sudah dipilih langsung oleh ahli Feng Shui, Linda Kusuma Kho.

Vote BNI di 11 Perusahaan Kebanggan Bangsa

Metro TV kembali menggelar Economic Challages Award 2011, yaitu ajang pemilihan Perusahaan Kebanggaan Indonesia, Asli Indonesia dan Bersaing Dengan Merk Global. Dalam ajang pemilihan ini terdapat 11 kategori perusahaan yang dipilih melalui pooling dengan alamat  http://www.metrotvnews.com/web/microsite/economic/  atau http://t.co/98s4Spc4

Pemilihan dihitung berdasarkan email, atau dengan kata lain, 1 akun email boleh memilih hanya 1x

BNI masuk dalam Kategori Keungan dan bersaing dengan 4 bank lainnya yaitu: BCA, Mandiri, BRI dan Bank Mega. Berikan dukungan kita pada BNI kita tercinta!!!
Metro TV kembali menggelar Economic Challages Award 2011, yaitu ajang pemilihan Perusahaan Kebanggaan Indonesia, Asli Indonesia dan Bersaing Dengan Merk Global. Dalam ajang pemilihan ini terdapat 11 kategori perusahaan yang dipilih melalui pooling dengan alamat  http://www.metrotvnews.com/web/microsite/economic/  atau http://t.co/98s4Spc4

Pemilihan dihitung berdasarkan email, atau dengan kata lain, 1 akun email boleh memilih hanya 1x

BNI masuk dalam Kategori Keungan dan bersaing dengan 4 bank lainnya yaitu: BCA, Mandiri, BRI dan Bank Mega. Berikan dukungan kita pada BNI kita tercinta!!!

Pefindo Tetapkan Peringkat BNI di 'AA+'

INILAH.COM, Jakarta - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan peringkat PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BNII) di AA+.

Selain itu, peringkat obligasi subordinasi I BII tahun 2011 senilai Rp1,5 triliun di AA. Pefindo juga memberikan peringkat AA+ atas rencana obligasi berkelanjutan I BII tahun 2011 dan peringkat AA atas rencana obligasi subordinasi berkelanjutan senilai Rp6 triliun. Prospek atas peringkat perusahaan adalah stabil."Peringkat-peringkat tersebut merefleksikan dukungan yang kuat dari Maybank of Malaysia, posisi di pasar yang kuat, dan perbaikan atas besaran profitablitas bank," ujar analis Pefindo Hotma Parulian Manalu, dalam siaran pers, Selasa (8/11).

Lebih lanjut ia mengatakan, tapi peringkat itu dibatasi oleh kapitalisasi bank yang moderat dan kompetisi ketat di industri perbankan nasional. Adapun pemegang saham terbesar bank adalah Maybank yang memiliki 97,29% saham bank, sedangkan publik memegang 2,71% saham. [cms]
INILAH.COM, Jakarta - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan peringkat PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BNII) di AA+.

Selain itu, peringkat obligasi subordinasi I BII tahun 2011 senilai Rp1,5 triliun di AA. Pefindo juga memberikan peringkat AA+ atas rencana obligasi berkelanjutan I BII tahun 2011 dan peringkat AA atas rencana obligasi subordinasi berkelanjutan senilai Rp6 triliun. Prospek atas peringkat perusahaan adalah stabil."Peringkat-peringkat tersebut merefleksikan dukungan yang kuat dari Maybank of Malaysia, posisi di pasar yang kuat, dan perbaikan atas besaran profitablitas bank," ujar analis Pefindo Hotma Parulian Manalu, dalam siaran pers, Selasa (8/11).

Lebih lanjut ia mengatakan, tapi peringkat itu dibatasi oleh kapitalisasi bank yang moderat dan kompetisi ketat di industri perbankan nasional. Adapun pemegang saham terbesar bank adalah Maybank yang memiliki 97,29% saham bank, sedangkan publik memegang 2,71% saham. [cms]

BNI Lakukan Penyelidikan Internal Terkait Bobolnya Rekening Nasabah yang Kartu ATM-nya 'Tertelan'

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI 09/11/2011- Terkait kasus pembobolan ATM milik nasabah Bank BNI Cabang Sukabumi, pihak BNI saat ini tengah menyelidiki kasus tersebut dengan membuat tim penyelidik. Tujuannya, untuk mengungkap oknum pelakunya.

"Kami saat ini tengah melakukan penyelidikan atas kasus ini dengan membentuk tim penyelidik yang bertugas selama 14 hari untuk mengungkap kasus pembobolan ATM milik nasabah kami atas nama Sukma Sukatma," kata Pemimpin Kelompok Pengembang Bisnis dan Layanan BNI Wilayah Bandung, Ikhsan Azman kepada wartawan di Sukabumi, Rabu.

Menurutnya, kasus ini baru pertama kali terjadi di Sukabumi, selain melakukan penyelidikan pihaknya juga melakukan penelitian seperti membuka hasil rekaman CCTV (Closed Circuit Television) yang berada di lokasi tempat pengambilan uang di ATM Sukaraja.
"Kami berharap dengan adanya rekaman pada CCTV tersebut bisa mengungkap oknum dibalik pembobolan ATM tersebut, selain itu kami juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengejar pelaku pembobolan," tambahnya.

Lebih lanjut, kata Ikhsan jika kasus ini benar-benar merugikan nasabahnya tersebut, maka pihaknya akan mengganti penuh kerugian nasabahnya sebagai pelayanan BNI, selain itu BNI juga tidak akan merugikan nasabahnya.

Sementara, Kepala Sub Bagian Humas Polres Sukabumi Kota, AKP IGK Warjana mengatakan, kasus pembobolan ATM ini tengah dalam penyelidikan pihaknya saat ini. Tetapi jumlah korbannya bertambah satu orang sehingga saat ini korban pembobolan menjadi dua orang.

"Kami tengah melakukan penyelidikan dan berharap dalam waktu dekat ini kami bisa berhasil menangkap pelakunya," kata Warjana.

Kasus ini terjadi saat seorang nasabah BNI Cabang Sukabumi, Sukma Sukatma akan mengambil uang di ATM BNI di Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, namun saat memasukan kartunya, kartu ATM miliknya tertelan dan tiba-tiba selang dua hari dari kejadian tersebut usai melapor kepada pihak BNI, uang yang ada ditabungannya raib hingga 10 juta.

Dari hasil transaksi diketahui uang nasabah tersebut digunakan untuk berbelanja di beberapa kota seperti Cianjur dan Depok namun pengguna ATM milik Sukma sampai tidak diketahui.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI 09/11/2011- Terkait kasus pembobolan ATM milik nasabah Bank BNI Cabang Sukabumi, pihak BNI saat ini tengah menyelidiki kasus tersebut dengan membuat tim penyelidik. Tujuannya, untuk mengungkap oknum pelakunya.

"Kami saat ini tengah melakukan penyelidikan atas kasus ini dengan membentuk tim penyelidik yang bertugas selama 14 hari untuk mengungkap kasus pembobolan ATM milik nasabah kami atas nama Sukma Sukatma," kata Pemimpin Kelompok Pengembang Bisnis dan Layanan BNI Wilayah Bandung, Ikhsan Azman kepada wartawan di Sukabumi, Rabu.

Menurutnya, kasus ini baru pertama kali terjadi di Sukabumi, selain melakukan penyelidikan pihaknya juga melakukan penelitian seperti membuka hasil rekaman CCTV (Closed Circuit Television) yang berada di lokasi tempat pengambilan uang di ATM Sukaraja.
"Kami berharap dengan adanya rekaman pada CCTV tersebut bisa mengungkap oknum dibalik pembobolan ATM tersebut, selain itu kami juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengejar pelaku pembobolan," tambahnya.

Lebih lanjut, kata Ikhsan jika kasus ini benar-benar merugikan nasabahnya tersebut, maka pihaknya akan mengganti penuh kerugian nasabahnya sebagai pelayanan BNI, selain itu BNI juga tidak akan merugikan nasabahnya.

Sementara, Kepala Sub Bagian Humas Polres Sukabumi Kota, AKP IGK Warjana mengatakan, kasus pembobolan ATM ini tengah dalam penyelidikan pihaknya saat ini. Tetapi jumlah korbannya bertambah satu orang sehingga saat ini korban pembobolan menjadi dua orang.

"Kami tengah melakukan penyelidikan dan berharap dalam waktu dekat ini kami bisa berhasil menangkap pelakunya," kata Warjana.

Kasus ini terjadi saat seorang nasabah BNI Cabang Sukabumi, Sukma Sukatma akan mengambil uang di ATM BNI di Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, namun saat memasukan kartunya, kartu ATM miliknya tertelan dan tiba-tiba selang dua hari dari kejadian tersebut usai melapor kepada pihak BNI, uang yang ada ditabungannya raib hingga 10 juta.

Dari hasil transaksi diketahui uang nasabah tersebut digunakan untuk berbelanja di beberapa kota seperti Cianjur dan Depok namun pengguna ATM milik Sukma sampai tidak diketahui.

Transaksi Rumah Tembus Rp7 M Dalam BNI Gelegar Expo 2011

MAKASSAR, FAJAR -- Sejak dibuka 5 November, transaksi di BNI Gelegar Expo, terus bertambah. Sektor properti misalnya, sudah menembus Rp7 miliar.

Regional Sales Manager BNI Jusran Buraera, menyebutkan, hari kedua pameran, jumlah permohonan kredit pemilikan rumah (KPR) sudah 20 aplikan. Dominan nilai KPR yang diajukan berkisar Rp300 juta--Rp500 juta.

Sementara produk BNI juga sangat diminati. Misalnya, tabungan cilik, BNI Taplus Anak yang sudah menghimpun sekira Rp200 juta dari 190-an penabung baru. "Kami optimis permintaan akan terus bertambah, karena BNI Taplus Anak ini memiliki banyak kelebihan'' jelas Jusran, Senin, 7 November.

Jusran juga menyebut kartu kredit juga menadapat perhatian pengunjung pameran. Hingga dihari kedua, Senin, 7 pameran, pengajuan aplikasi kartu kredit yang diterima mencapai 150 aplikasi.

"Intinya bahwa pameran Gelegar Expo BNI, hadir untuk memudahkan masyarakat yang ingin membeli rumah, selain itu BNI juga memperkenalkan berbagai produknya dengan tujuan mendekatkan diri ke nasabahnya," tuturnya.

Terkait target pameran yang cukup besar, Jusran mengaku jika dilihat dari animo masyarakat yang cukup besar, optimis target bisa tercapai. Dia mengatakan, acara ini diselenggarakan untuk memudahkan masyarakat, mengenal dan mengakses layanan serta produk-produk BNI. Selama pameran, juga akan dilakukan kredit sekira 50 debitur yang membeli rumah Taman Zarindah Indah melalui KPR BNI.

Dikatakan bahwa kali ini BNI Gelegar Expo mengambil tema "Kembangkan Potensi, Wujudkan Mimpi". Jumlah pesertanya sekira 38 pengembang terkemuka di kota Makassar.

"Dalam pameran ini BNI dan pengembang akan melakukan kerja sama KPR BNI Griya. Diantaranya bunga KPR BNI Griya mulai dari 7,49 persen, diskon provisi, dan bebas administrasi," jelasnya. (id/upi)
MAKASSAR, FAJAR -- Sejak dibuka 5 November, transaksi di BNI Gelegar Expo, terus bertambah. Sektor properti misalnya, sudah menembus Rp7 miliar.

Regional Sales Manager BNI Jusran Buraera, menyebutkan, hari kedua pameran, jumlah permohonan kredit pemilikan rumah (KPR) sudah 20 aplikan. Dominan nilai KPR yang diajukan berkisar Rp300 juta--Rp500 juta.

Sementara produk BNI juga sangat diminati. Misalnya, tabungan cilik, BNI Taplus Anak yang sudah menghimpun sekira Rp200 juta dari 190-an penabung baru. "Kami optimis permintaan akan terus bertambah, karena BNI Taplus Anak ini memiliki banyak kelebihan'' jelas Jusran, Senin, 7 November.

Jusran juga menyebut kartu kredit juga menadapat perhatian pengunjung pameran. Hingga dihari kedua, Senin, 7 pameran, pengajuan aplikasi kartu kredit yang diterima mencapai 150 aplikasi.

"Intinya bahwa pameran Gelegar Expo BNI, hadir untuk memudahkan masyarakat yang ingin membeli rumah, selain itu BNI juga memperkenalkan berbagai produknya dengan tujuan mendekatkan diri ke nasabahnya," tuturnya.

Terkait target pameran yang cukup besar, Jusran mengaku jika dilihat dari animo masyarakat yang cukup besar, optimis target bisa tercapai. Dia mengatakan, acara ini diselenggarakan untuk memudahkan masyarakat, mengenal dan mengakses layanan serta produk-produk BNI. Selama pameran, juga akan dilakukan kredit sekira 50 debitur yang membeli rumah Taman Zarindah Indah melalui KPR BNI.

Dikatakan bahwa kali ini BNI Gelegar Expo mengambil tema "Kembangkan Potensi, Wujudkan Mimpi". Jumlah pesertanya sekira 38 pengembang terkemuka di kota Makassar.

"Dalam pameran ini BNI dan pengembang akan melakukan kerja sama KPR BNI Griya. Diantaranya bunga KPR BNI Griya mulai dari 7,49 persen, diskon provisi, dan bebas administrasi," jelasnya. (id/upi)

BNI Serahkan 100 Sepeda Untuk Unsri

INDRALAYA, KOMPAS.com - BNI Wilayah Palembang menyerahkan 100 unit kepada untuk dimanfaatkan mahasiswa Universitas Sriwijaya, Rabu (9/11/2011).
Penyerahan yang dilakukan CEO BNI wilayah Palembnang Jeffry AM Dendeng langsung kepada Rektor Unsri Ibu Badia Perizade di Aula Utama Unsri yang berjarak 32 kilometer dari Kota Palembang.
"Tentu sepeda-sepeda ini sangat berguna bagi mahasiswa kami, karena luas kampus kami mencapai 712 hektare," ucap Perizade di depan ke-52 peserta Kompas Jelajah Sepeda Jakarta-Palembang.
BNI merupakan salah satu sponsor dari Kompas JSJP.  
INDRALAYA, KOMPAS.com - BNI Wilayah Palembang menyerahkan 100 unit kepada untuk dimanfaatkan mahasiswa Universitas Sriwijaya, Rabu (9/11/2011).
Penyerahan yang dilakukan CEO BNI wilayah Palembnang Jeffry AM Dendeng langsung kepada Rektor Unsri Ibu Badia Perizade di Aula Utama Unsri yang berjarak 32 kilometer dari Kota Palembang.
"Tentu sepeda-sepeda ini sangat berguna bagi mahasiswa kami, karena luas kampus kami mencapai 712 hektare," ucap Perizade di depan ke-52 peserta Kompas Jelajah Sepeda Jakarta-Palembang.
BNI merupakan salah satu sponsor dari Kompas JSJP.  

BNI Securities Siapkan Pemisahan dana nasabah

JAKARTA Fajar Online 09/11/2011. PT BNI Securities mulai melakukan pengkinian basis data nasabahnya. Ini dilakukan sebagai persiapan menjalankan ketentuan Fund Separation alias Pemisahan Dana Nasabah sesuai Peraturan Bapepam-LK No. V.D.3. Peraturan ini bakal diterapkan mulai awal 2012.
"Sejak Oktober lalu, BNI Securities sudah membentuk unit kerja khusus untuk menangani pengkinian data dengan cara konfirmasi lewat telepon ke setiap nasabah," ujar Presiden Director BNI Securities Jimmy Nyo, Rabu (9/11).
Seluruh informasi yang dikumpulkan dari setiap nasabah BNI Securities akan digunakan untuk melengkapi data yang dibutuhkan dalam pembukaan Rekening Investor atas nama pribadi nasabah, pada bank pembayar, dan bank penyimpan dana nasabah yang ditunjuk, yakni PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).
Dengan demikian, seluruh dana nasabah akan tersimpan terpisah dari rekening operasional PT BNI Securities. Nantinya, setiap nasabah dapat memonitor mutasi rekening dana yang tersimpan di bank dan rekening efek yang tersimpan di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) melalui fasilitas Kartu AKSes.
"Sebanyak 60% dari total nasabah aktif BNI Securities saat ini sudah membuka rekening terpisah di BNI untuk transaksi efek. Termasuk perhitungan collateral dan jaminan transaksi," ungkap Jimmy.
Saat ini jumlah nasabah aktif BNI Securities mencapai 14.000 dari total nasabah 35.000. BNI Securities tahun depan menargetkan 10.000 nasabah baru dengan nilai transaksi harian mencapai Rp 250 miliar.
JAKARTA Fajar Online 09/11/2011. PT BNI Securities mulai melakukan pengkinian basis data nasabahnya. Ini dilakukan sebagai persiapan menjalankan ketentuan Fund Separation alias Pemisahan Dana Nasabah sesuai Peraturan Bapepam-LK No. V.D.3. Peraturan ini bakal diterapkan mulai awal 2012.
"Sejak Oktober lalu, BNI Securities sudah membentuk unit kerja khusus untuk menangani pengkinian data dengan cara konfirmasi lewat telepon ke setiap nasabah," ujar Presiden Director BNI Securities Jimmy Nyo, Rabu (9/11).
Seluruh informasi yang dikumpulkan dari setiap nasabah BNI Securities akan digunakan untuk melengkapi data yang dibutuhkan dalam pembukaan Rekening Investor atas nama pribadi nasabah, pada bank pembayar, dan bank penyimpan dana nasabah yang ditunjuk, yakni PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).
Dengan demikian, seluruh dana nasabah akan tersimpan terpisah dari rekening operasional PT BNI Securities. Nantinya, setiap nasabah dapat memonitor mutasi rekening dana yang tersimpan di bank dan rekening efek yang tersimpan di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) melalui fasilitas Kartu AKSes.
"Sebanyak 60% dari total nasabah aktif BNI Securities saat ini sudah membuka rekening terpisah di BNI untuk transaksi efek. Termasuk perhitungan collateral dan jaminan transaksi," ungkap Jimmy.
Saat ini jumlah nasabah aktif BNI Securities mencapai 14.000 dari total nasabah 35.000. BNI Securities tahun depan menargetkan 10.000 nasabah baru dengan nilai transaksi harian mencapai Rp 250 miliar.

Layar46 Forums

Status Layar 46

 
2012 Layar46 | Blogger Templates for HostGator Coupon Code Sponsors: WooThemes Coupon Code, Rockable Press Discount Code